Mulai Senin Penumpang Pesawat Wajib Tes PCR

oleh -95 views
Ilustrasi. (ist)

JAKARTA, BEKASIPEDIA.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan aturan penerbangan terbaru yang mewajibkan penumpang pesawat negatif tes PCR maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan dalam rangka protokol kesehatan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan syarat kesehatan melakukan perjalanan jarak jauh dengan pesawat mengacu pada ketentuan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

“Aturan Kemenhub merujuk pada ketentuan di Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 21/2021,” kata Adita pada Sabtu (23/10/2021).

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menerbitkan aturan terbaru penerbangan berupa Surat Edaran (SE) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19.

Penerbitan SE tersebut mengacu pada SE Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 21/2021 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53/2021, dan Inmendagri Nomor 54/2021.

Dalam SE Kemenhub terbaru diatur bahwa penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan Pulau Bali, antarkota di Pulau Jawa dan Pulau Bali, serta daerah dengan kategori PPKM level empat dan PPKM level tiga wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan negatif Rapid Test/RT-PCR maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan untuk penerbangan dari dan ke bandara di luar wilayah Jawa dan Bali dengan kategori PPKM level satu dan PPKM level dua, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR (sampel maksimal 2×24 jam), atau hasil negatif RT-antigen (sampel maksimal 1×24 jam), sebelum keberangkatan.

Namun ada sejumlah pengecualian untuk kewajiban menunjukkan kartu vaksin. Pengecualian pertama adalah untuk pelaku perjalanan dengan usia di bawah 12 tahun.

Kedua, pelaku yang punya kondisi kesehatan khusus dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Angkutan udara perintis dan penerbangan angkutan udara di daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan), yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Selama pemberlakuan edaran ini, kapasitas penumpang untuk pesawat udara kategori jet transport narrow body dan wide body dapat lebih dari 70% kapasitas angkut/load factor. Hanya saja, penyelenggara angkutan udara wajib menyediakan tiga baris kursi yang diperuntukkan sebagai area karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala Covid-19.

Adapun kapasitas terminal bandara ditetapkan paling banyak 70% dari jumlah penumpang waktu sibuk (PWS) pada masa normal. (ant/jek)