Menguak Misteri Sadisnya si ‘Manusia Silver’, Pelaku Mutilasi di Kota Bekasi

oleh -534 views
Ahmad Y.J (17) ini nekat melakukan aksi sadisnya melakukan mutilasi terhadap korban itu lantaran kesal terhadap korban yang kerap mensodominya. (ist)


JAKARTA, BEKASIPEDIA.com – Remaja berinisial Ahmad (17) akhirnya ditangkap atas pembunuhan dan mutilasi Dony Saputra (24) di Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Tertangkapnya Ahmad si ‘manusia silver’ mengungkap sejumlah fakta mengerikan kenapa dia sadis melakukan hal tersebut.

Ahamad ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimun Polda Metro Jaya yang dibawah pimpinan Kompol Handik Zusen, AKP Herman Edco Simbolon, AKP Noor Marghantara, dan AKP Mugia Yarry, di Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (9/12/2020) dini hari. Dia ditangkap saat sedang main PlayStation (PS) di sebuah warnet.

“Pelaku ini masih di bawah umur, dia sehari-hari mengamen,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/12/2020) kemarin.

Dengan ditangkapnya Ahmad ini, polisi juga menemukan potongan tubuh lainnya, yakni kepala dan kedua kaki. Sebelumnya yang ditemukan warga berupa potongan badan tanpa kaki dan tangan kanan.

“Kita amankan dua potongan tubuh korban lagi. Pertama, dua kaki dibungkus jadi satu di pinggiran got, kemudian potongan kepala dari korban. Jadi ada 4 potongan korban yang berhasil kita amankan dengan korban inisial Dony Saputra,” tuturnya.

Ibu dari korban mutilasi menangis histeris setelah mengetahui kondisi anaknya menjadi korban mutilasi. (ist)

Kepada polisi, pelaku mengaku membunuh korban karena sakit hati. Pelaku beralibi membunuh korban lantaran sering dipaksa sodomi. “Modusnya pelaku merasa sakit hati dengan korban, karena korban sering melakukan asusila kepada pelaku. Asusila sesama jenis yang korban dipaksa melakukan asusila itu sejak Juli tapi diimingi dengan bayaran,” jelas Yusri.

Pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (5/12/2020) malam. Saat itu korban menginap di rumah pelaku di Kranji, Kota Bekasi.

Disodomi Sebanyak 50 Kali

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dalam pemeriksaan, pelaku mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari korban sejak Juli 2020. “Dari Juli sampai minggu kemarin, pengakuan pelaku sudah dilakukan 50 kali asusila,” ujar Yusri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/12/2020).

Yusri menyebut pelaku mengaku disodomi korban dengan iming-iming sejumlah uang. Namun belakangan, uang yang diberikan korban ke pelaku tidak sesuai dengan janji sehingga membuat pelaku kesal. “Motifnya adalah pelaku merasa sakit hati dengan korban, karena korban sering melakukan asusila kepada si pelaku. Asusila sesama jenis,” kata Yusri.

“Yang korban merasa dipaksa melakukan asusila tersebut sejak bulan Juli, awalnya seperti itu, tetapi diiming-iming dengan bayaran,” sambung Yusri.

Dibunuh Secara Kejam

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pelaku membunuh korban dengan cara menusukkan pisau ke perut korban. Untuk meyakinkan korban tewas, pelaku kembali menusuk korban di bagian dada dan mencacah wajahnya.

“Sebelum dia mutilasi, untuk yakinkan lagi, dia tusuk ke dadanya 4 kali tusukan sebelum mutilasi. Mukanya dicacah beberapa kali,” kata Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Setelah memastikan korban tewas, ‘manusia silver’ kemudian memutilasi korban. Jasad korban dimutilasi menjadi 4 bagian.

“Kemudian dimutilasi dibungkus 4 bagian. Satu kepala, satu kaki, satu tangan dan badan dibuang di 4 TKP mutilasi yang ditemukan jenazah sebanyak 4 potongan,” kata Yusri.

Pembunuhan itu dilakukan pada Minggu (6/12/2020) malam menjelang dini hari. Pada Senin (7/12/2020), pelaku membuang potongan tubuh korban ke 4 lokasi. “Setelah itu tersangka tinggalkan rumahnya,” katanya.

Menjual Motor Korban

Remaja bernama Ahmad (17), pelaku pembunuhan yang memutilasi korban Dony Saputra, diketahui mencuri motor milik korban. Pelaku lalu menjual motor korban untuk modal pelariannya.

“Jadi satu kendaraan motor (korban) diambil dan dijual untuk digunakan sebagai modal selama dia lari,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Sebelum menjual motor tersebut, pelaku menggunakannya untuk mengangkut dan membuang potongan tubuh korban. Pelaku membuang potongan tubuh secara terpisah di beberapa tempat di Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

“Dia bungkus satu-satu, lalu dengan menggunakan kendaraan motor korban lalu dibuang. Habis itu (motor) dia bawa kabur dan dijual,” ungkap Yusri.

Menurut Yusri, pelaku yang tinggal seorang diri membuatnya leluasa dalam mengeksekusi korban. Kediaman pelaku pun, lanjut Yusri, masih dipenuhi genangan darah saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Mutilasi untuk Hilangkan Jejak

Ahmad si ‘manusia silver’ mengaku memutilasi korban karena bingung menghilangkan jejaknya. “Pelaku ini kebingungan hilangkan tubuh korban lalu melakukan mutilasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku di daerah Kranji, Bekasi, pada Sabtu (5/12/2020). Polisi mengatakan, sebelum membunuh korban, tersangka sempat melakukan hubungan sesama jenis.

Selesai berhubungan intim, pelaku lalu menusuk korban saat sedang tidur. Pelaku menusuk korban di bagian perut.

Setelah itu, pelaku menusuk korban di bagian dada hingga mencacah wajah korban. Selanjutnya dia memutilasi tubuh korban menjadi 4 bagian.

Potongan tubuh korban kemudian dibuang ke 4 tempat di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Potongan tubuh korban itu ditemukan warga pada Senin (7/12/2020) pagi. (rus/dtc)