Memasuki Ramadan, Harga Daging Impor di Pasar Tradisional Bekasi Mulai Naik

oleh -226 views
Ilustrasi penjual daging sapi. (ist)

BEKASI TIMUR, BEKASIPEDIA.com – Sejumlah pedagang daging sapi impor di Pasar Baru Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai menaikkan harga jual sekitar 13 persen sejak awal Ramadan. “Harga mulai naik sejak Ramadan sekarang adalah daging sapi impor dari semula Rp70.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram,” kata pedagang daging sapi Wawan di Blok B Pasar Baru Kota Bekasi, Jumat (10/5/2019).

Menurut dia, kenaikan harga daging impor berkisar 13 persen itu terjadi karena peningkatan permintaan konsumen selama Ramadan 1440 Hijriah/2019 Masehi.

Peningkatan harga itu terjadi pada varian daging yang diimpor asal India dan Australia melalui pihak distributor di Pulogadung, Jakarta. “Daging impor ini didatangkan ke Pasar Baru Bekasi sejak April akhir 2019. Harganya memang sudah naik dari sananya,” katanya.

Hal serupa dikatakan Ajat pedagang daging sapi di Blok B1 Pasar Baru. Menurut dia, kenaikan harga daging impor merupakan situasi rutin yang biasa terjadi selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

“Kenaikan sekitar Rp10.000 untuk daging impor ini kelihatannya wajar terjadi setiap bulan puasa. Pedagang hanya menyesuaikan saja kenaikan harga dari distributor supaya tidak rugi,” katanya.

Ajat menambahkan, untuk jenis daging sapi lokal hingga saat ini belum terpengaruh oleh kenaikan harga selama Ramadan.

Daging sapi lokal yang didatangkan dari Nusa Tenggara Timur, Bali dan sebagian daerah di kepulauan Jawa dibanderol seharga Rp120.000 per kilogram.

“Harga daging sapi lokal masih relatif stabil karena pasokan masih aman,” katanya.

Sementara untuk daging ayam juga mengalami kenaikan harga di Pasar Baru Bekasi, dari semula Rp48.000 menjadi Rp52.000 per kilogram sejak awal Ramadan.

Ayam fillet merupakan bagian dada dari tubuh ayam yang dipotong menjadi beberapa bagian oleh pedagang serta dibersihkan kulitnya.

Sementara untuk harga ayam hidup justru turun dari Rp32 ribu pada pertengahan April 2019 menjadi Rp30 ribu selama Ramadan.

Pedagang di pasar tersebut menepis anggapan bahwa kenaikan harga daging ayam fillet merupakan siasat pedagang untuk menaikan harga jual kepada konsumen selama Ramadan.

“Peternak ayam sudah dikasih harga sama agen distributor, sehingga harga yang sampai ke pedagang di pasar ini sesuai dengan harga agen,” kata pedagang ayam di Blok A Pasar Baru Kota Bekasi, Zein.

Ayam yang dia jual dipasok dari sejumlah peternak di Purwakarta dan Cirebon, Jawa Barat. (*)