Melacak Kronologis Terduga Teroris Digerebek Polisi, Meledakkan Diri di Jatiasih

oleh -325 views
Lokasi kebon kosong kontrakan terduga teroris Jatiasih dibekuk dan meledakkan diri. (ist)

JATIASIH, BEKASIPEDIA.com – Terduga teroris yang membawa bom dan meledakkan diri saat dikepung anggota Densus 88 Antiteror Polri, awalnya mengaku ‎warga sebagai korban pembegalan. Terduga teroris yang mengenakan jaket hitam dan membawa tas ransel, berpapasan dengan warga di Jalan Ratna, Gang Salon, RT 03/RW 01 Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (5/5/2019) sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat itu, warga bernama Sucipto (45) sedang mencuci mobil majikannya. Tiba-tiba, satu terduga teroris melintas di Gang Salon, tepat di depan Sucipto, mencuci mobil.

“Pelaku sempat melepas helm ojek online dan membuka sepatunya. Kemudian, ‎helm dan sepatu dilepas (ditinggal) pelaku,” ujar Sucipto, seperti dilansir dari beritasatu.com, Senin (6/5/2019).

Sucipto sempat heran kepada orang tersebut dan menanyakan perihal mengapa melepas helm dan membuka sepatunya lalu ditinggalkannya di pinggir jalan. “Ada pembegalan,” kata terduga teroris kepada Sucipto.

Kemudian, Sucipto melanjutkan kembali mencuci mobilnya. Tetangganya Sucipto, Herman (40), yang datang, tak langsung percaya begitu saja. Kemudian, ia mengejar terduga teroris dan sempat berteriak, “Kamu begalnya?” ujar Herman kepada terduga teroris.

Terduga teroris langsung kabur melarikan diri. Herman yang sejak awal mencurigai gelagat orang tersebut lantas mengejarnya. Keberadaan terduga teroris itu hilang di Gang Idrus 2. Herman pun mengurungkan niat mengejar.

Sekitar‎ 15 menit kemudian, datang anggota Densus 88 Antiteror yang menanyakan keberadaan terduga teroris kepada Herman dan Sucipto, yang masih berkumpul di jalan. Tim Densus 88 menceritakan ciri-ciri terduga teroris yang sedang dikejarnya dari Gang Salon, lokasi penangkapan (TKP) pertama terduga teroris.

Herman yang mengetahui ciri-ciri yang dimaksud anggota Densus 88, lalu menunjukkan tempat pelarian terduga teroris yang mengaku sebagai korban begal tadi. Bahkan, Herman diajak menunjukkan lokasi Gang H Idrus itu. Setibanya Gang H Idrus 2, tim Densus 88 Antiteror menemukan terduga teroris yang dicarinya.

“Sempat terjadi tembakan senjata polisi ke arah teroris selama satu menitan,” sambung Ibu Agil, warga lainnya.

Tim Densus, yang melihat terduga teroris tidak mau menyerahkan diri. Bahkan, ada upaya melakukan perlawanan dengan membawa bom dari dalam tas ranselnya. Senapan otomotis Densus 88 memberondong ke arah terduga teroris yang bersembunyi di kebon kosong, Gang H Idrus 2. Tak lama kemudian, terdengar ledakan dan muncul asap putih, seperti kabut.

“Kami dari jarak jauh mendengar suara ledakan dan melihat kepulan asap putih kayak kabut,” ungkap ibu penjual nasi uduk ini.

Jarak dari TKP pertama, lokasi penangkapan teroris di Gang Salon, dengan TKP kedua, lokasi peledakan bom oleh terduga teroris yang bunuh diri, berjarak sekitar 200 meter. Kedua gang sempit ini, hanya dapat dilintasi sepeda motor dan padat perumahan warga.

Di lokasi peledakan bom yang dilakukan terduga teroris, terdapat kebon kosong cukup jauh dari perumahan warga.

“Saya mau belanja ke Fresh Market di Jalan Ratna, sekitar 06.30 WIB, belum ada kejadian apa-apa. Pulangnya, sekitarnya 08.00 WIB, gang sudah ditutup polisi. Katanya ada baku tembak dengan teroris,” sambung warga lainnya, Lili (39).

Usai baku tembak dengan terduga teroris dan meledakkan bom, polisi memasang garis polisi. Sekitar pukul 11.00 WIB mobil jenazah datang membawa jasad terduga teroris yang meledakkan dengan bom di kebon kosong.

Anggota Densus 88 Antiteror sempat menyita barang milik terduga teroris di antaranya helm ojek online, sepatu yang ditinggalkan terduga teroris di Gang Salon, saat berjumpa warga.

“Warga di sini, enggak ada kenal teroris yang ditembak. Bukan warga kampung sini,” ujar Ibu Agil.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris di Gang Salon, kontrakan Bapak Ipul, pada Minggu (5/5/2019) dini hari. “Polisi sudah mengintai lokasi kontrakan sejak semalam (Sabtu, 4/5/2019). Semalam, dua orang ditangkap duluan,” ujarnya.

Keempat terduga teroris tersebut, satu di antaranya tewas dengan ledakan bom, bersembunyi di kontrakan Ipul, Gang Salon RW 01, Jatikramat. Menurut informasi, keempatnya hanya bermalam di kontrakan tersebut, bukan penghuni kontrakan.

Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, menyatakan penangkapan terduga teroris di Jatikramat, Kecamatan Jatiasih merupakan pengembangan operasi Tim Densus 88 Antiteror yang dilakukan di Babelan dan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5/2019) kemarin.

Tim Densus 88 Antiteror kemudian melakukan pengembangan hingga menemukan lokasi persembunyiannya di Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. (*)