Mau Mudik? Jangan Lupa Bawa Oleh-oleh Bekasi! Ini yang Cocok Dibawa Mudik

oleh -72 views
Dodol Betawi (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASI PEDIA.com – Mudik ke rumah orangtua di kampung halaman, alangkah baiknya membawa beberapa buah tangan atau oleh-oleh. Di musim mudik seperti sekarang, penjual oleh-oleh makin mudah ditemui, tak terkecuali seperti di Bekasi.

Ada beberapa panganan khas Bekasi yang coba BEKASIPEDIA.com rangkum dari sejumlah situs berita Senin (27/5/2019). Tentunya oleh-oleh itu cocok dinikmati untuk menghabiskan hari raya bersama keluarga.

1. Dodol Betawi

Dodol Betawi (ist)

Sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, budaya Bekasi juga oleh adat Betawi. Itu pula yang menyiratkan penganan khas daerah ini hampir sama dengan penganan ibukota, seperti dodol Betawi.

Dodol Betawi punya cita rasa berbeda dengan dodol-dodol lainnya. Terbuat dari bahan dasar tepung ketan, gula aren, dan sejumlah bahan lainnya, dodol Betawi mempunyai rasa manis dan legit.

Dodol Betawi sendiri banyak dibuat, khususnya untuk hari-hari perayaan saja. Yang membuat dodol ini unggul karena proses pembuatannya terbilang cukup lama dan rumit. Tak salah, tak banyak juga orang mahir membuatnya. Maka penganan ini sangat direkomendasikan bisa Anda bawa mudik.

2. Telur Gabus

Telur Gabus. (ist)

Camilan trasisional ini hampir mirip dengan telur ikan Gabus. Banyak yang menyebutnya juga dengan telur belanak. Berbahan dasar adonan telur dan tepung sagu atau tepung tapioka, ketika dimakan tekstur camilan ini terasa renyah, gurih, dan sedikit empuk.

Biasanya telur gabus dibuat dengan gula sehingga rasanya manis. Namun saat ini sudah banyak yang mengembangkan rasanya seperti tambahan rasa keju sehingga saat disantap makin terasa gurih. Saat hari raya, tentu telur gabus adalah salah satu camilan wajib yang ada di meja.

3. Biji Ketapang

Biji Ketapang. (ist)

Biji Ketapang merupakan salah salah satu kudapan khas orang Betawi. Kue ini sudah ada sejak dulu dan masih menjadi favorit, khususnya di momen perayaan seperti lebaran.

Konon, asal muasal dinamai kue biji ketapang karena rasa gurih dan renyah mirip dengan biji pohon ketapang yang banyak tumbuh di daerah-daerah pesisir pantai Jakarta. Kue ini sendiri dibuat dengan cara digoreng.

Sementara rasanya yang gurih dan renyah itu bisa muncul karena perpaduan parutan kelapa, tepung terigu, telur, dan margarin.

4. Wajik Ketan

Wajik Ketan. (ist)

Wajik ketan termasuk camilan kue basah yang banyak digemari. Hampir tiap daerah punya resep tersendiri dalam membuatnya sehingga terkadang mempunyai penamaan yang berbeda-beda.

Umumnya, wajik ketan dibuat atas campuran beras ketan, gula merah, dan santan. Yang membuat cita rasa wajik ketan makin sedap adalah cara pembuatanya yang dikukus sehingga tekstur makanan menjadi empuk.

5. Geplak

Geplak. (ist)

Geplak adalah makanan khas Bantul yang terbuat dari parutan kelapa dan gula pasir atau gula jawa sehingga rasanya manis di lidah. Namun ada pula yang menyebutnya sebagai makanan khas Betawi. Biasanya geplak Betawi sendiri dibuat dengan tambahan bahan berupa tepung beras dan daun jeruk purut.

Geplak sendiri akan lebih terasa nikmat bila disantap ditemani dengan teh panas. Namun lebih nikmat lagi bila memakannya bersama-sama saat momen kumpul bersama keluarga.

6. Bir Pletok

Bir Pletok (ist)

Bir pletok adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah, seperti jahe, daun pandan wangi, serai, dan tambahan kayu secang untuk pewarna. Maka tak salah untuk Anda yang baru pertama kali melihatnya, minuman ini berwarna merah agak kecoklatan.

Minuman tradisional etnis Betawi ini sudah banyak dijual. Biasanya ditemui lewat dagangan gerobak. Namun banyak juga produk-produknya yang telah dibuat menjadi bubuk, sehingga tinggal diseduh untuk menikmatinya.

Biasanya makanan atau minuman tersebut dibuat khusus dengan cara memesan karena jarang yang mempunyai keahlian untuk membuat penganan tradisional ini. Namun juga sudah cukup banyak penjual makanan atau minuman di Bekasi yang memasarkan secara umum, malah dijual secara daring. (*)