Mathilda Dwi Lestari – Srikandi Indonesia Yang Berhasil Menaklukkan keganasan Tujuh Puncak Tertinggi Di Dunia, Termasuk Gunung Everest

oleh -121 views
Mathilda Dwi Lestari Saat Berada Di Gunung Everest

JAKARTA, bekasipedia.com – Bekasipedia berkesempatan mewawancarai salah satu srikandi Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa setelah menaklukkan tujuh puncak tertinggi dunia, termasuk gunung Everest.

Ia dan temannya, Fransiska Dimitri adalah wanita Indonesia yang berhasil mengibarkan bendera Indonesia di tujuh puncak benua yang berbeda-beda atau lebih dikenal dengan Seven Summits.

Mereka tergabung menjadi bagian dari Team ekspedisi Seven Summits Perempuan Mahitala (Pencinta Alam Universitas Katolik Parahyangan).

Mathilda menuturkan, Seven Summits adalah serangkaian pendakian ke 7 puncak tertinggi yang ada ditiap benua.

Berikut nama Ke tujuh gunung dan urutan waktu The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU MAHITALA) dan tanggal sampai di puncak :
– Carstensz Pyramid (4884 m) di Papua, Indonesia, Australasia, 13 Agustus 2014
– Elbrus (5642 m) di Rusia, Eropa, 15 Mei 2015
– Kilimanjaro (5895 m) di Tanzania, Afrika, 24 Mei 2015
– Aconcagua (6962 m) di Argentina, Amerika Selatan, 30 Januari 2016
– Vinson Massif (4892 m) di Antartika, 4 Januari 2017
– Denali (6190 m) di Alaska, Amerika Utara, 1 Juli 2017
– Everest (8848 m) di Nepal, Asia, 17 Mei 2018.

Awalnya, katanya WISSEMU MAHITALA terdiri dari empat orang tetapi di tengah perjalanan setelah gunung pertama, salah satu anggota mengundurkan diri. Kemudian lanjut bertiga hingga sampai di gunung keempat (Aconcagua), disitu juga salah satu dari teamnya jatuh sakit saat pendakian dan tidak bisa melanjutkan ke gunung berikutnya. Hingga akhirnya menyisakan Mathilda dan Fransiska Dimitri sebagai tim pendaki.

Tips Menjadi Seorang Pendaki

Saat ditanyai tips apa saja yang diperlukan menjadi seorang pendaki Profesional, ia mengatakan Semua orang bisa jadi seorang pendaki, asal punya hobby dan mau naik gunung.
“Hanya saja, tidak hanya naik gunung tapi di setiap perjalanan alam bebas semua harus dipersiapkan dengan matang agar perjalanan kita aman dan nyaman,” ucapnya kepada bekasipedia.

Peralatan itu dimulai dari perlengkapan yang menunjang dan dalam keadaan yang layak dipakai, fisik yang harus fit dan sehat yang berarti butuh berolahraga dan latihan rutin, pengalaman dan pengetahuan baik tentang teknik pendakian itu sendiri hingga gunung atau tempat yang ingin dijelajahi.

Persiapan-persiapan tersebut harus dilakukan dengan matang sehingga dapat meminimalisir resiko yang dihadapi.
Selain itu sebagai seorang pendaki atau penggiat alam bebas lainnya, harus selalu menghormati tempat dimana dia berada. Meninggalkan suatu tempat dalam keadaan seperti sebelum ia datang yang berarti tidak meninggalkan sampah dan atau merusak alam.

Harus selalu aware dengan keadaan sekitar, berpikir logis dan taktis, serta tahu kapabilitas diri untuk tidak memaksakan melanjutkan perjalanan demi keselamatan diri sendiri dan rekan seperjalanan.

“Saya tidak pernah bermimpi bahkan kepikiran bisa ke Everest atau melakukan ekspedisi ini. Apalagi, seven Summits ini adalah idaman setiap pendaki seluruh dunia dan medannya sangat sulit sekali. Jadi, sama sekali enggak nyangka. Semua karena kesempatan yang diberikan dan rasa senang saat berada di alam bebas,” tutup wanita kelahiran Jakarta ini sambil tersenyum.

Sejak dari remaja sudah punya keinginan untuk bisa jalan-jalan kemana saja.