LSM PEKA Pertanyakan Proyek Pembangunan Jembatan Bapak Marjuki di Kampung Bulak Temu: Diduga Ada Kongkalikong

oleh -455 views
Proyek pembangunan jembatan Bapak Marjuki yang belokasi di Kampung Bulak Temu RT 01/RW 07, Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (foto: udin)

SUKATANI, BEKASIPEDIA.com – Proyek pembangunan jembatan Bapak Marjuki yang berada di Kampung Bulak Temu, Desa Sukabudi,  Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali dipertanyakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemerhati Keadilan (PEKA).

Hasan dari LSM PEKA, mempertanyakan soal pekerjaan proyek pembangunan jembatan yang belokasi di Kampung Bulak Temu RT 01/RW 07, Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi,  Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang akhir-akhir ini ramai dipemberitaan soal pekerjaan yang tidak sesuai dengan Rancana Anggaran Biaya (RAB).

“Kami pun mencoba meminta konfirmasi terkait pemasangan besi HBIN/WF yang tidak menggunakan galangan tengah guna menahan beban berat ketika dilalui kendaraan, kepada salah seorang pelaksana lapangan saudara Asep tetapi enggan memberikan keterangan lebih banyak,” jelasnya pada Sabtu (20/11/2021).

Ia menerangkan, pembangunan jembatan yang lebar dua meter dan panjang dua belas meter tersebut menyerap anggaran Rp 198.266.756 sesuai dengan plag pengumuman proyek.

Saa ditanyakan, sambung Hasan, orang itu mengatakan, “saya tidak tau bang,” pungkasnya menirukan tanggapan pria bernama Asep tersebut.

“Saya hanya ditugaskan di lokasi soal anggaran ini itu sudah habis bang jawabnya datar,” jelas Hasan menirukan ungkapan orang itu.

Begitu juga ketika tim awak media BEKASIPEDIA.com saat menyambangi lokasi  pekerjaan proyek pembangunan jembatan tersebut terlihat tanpa adanya pengawasan dari dinas terkait  baik dari pengawas ataupun konsultan.

Ditambahkan Hasan dari LSM PEKA, proyek pembangunan jembatan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi yang berasal dari uang rakyat.

“Kami pun  bertanya kepada saudara Asep selaku pelaksana lapangan siapa pengawas dan konsultannya, lagi-lagi ia pun enggan memberikan keterangan. Sepertinya ada indikasi kongkalingkong antara pemenang proyek dan pengawas ataupun konsultan. Oleh karena itu, pihak berwenang harus segera sikapi soal indikasi tersebut, jangan sampai sepeserpun uang rakyat jadi bancakan,” tandasnya.

Sementara itu sampai berita ini ditayangkan pun belum ada keterangan yang berarti dari pelaksana maupun dari dinas terkait. (udin)