Lahan Terbatas, 73 Petani Kota Bekasi Masih Tetap Bertahan

oleh -288 views
Ilustrasi. (ist)

BEKASIPEDIA.com – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, masih melakukan pembinaan kepada para petani yang masih bertahan. Hingga saat ini, terdata ada sekitar 73 kelompok tani (Poktan) se-Kota Bekasi yang masih produktif dan tersebar di 12 kecamatan se-Kota Bekasi.

“Kita masih memberikan bantuan, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat kepada petani di Kota Bekasi,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (24/6/2019) di kantor Walikota Bekasi, Jawa Barat.

Bantuan yang diberikan para petani adalah pemberian satu unit traktor kepada Poktan Bagol di Jatiasih, dua unit cultivator (pembajak tanah) untuk Poktan Pamahan Jatimekar, Jatiasih dan Poktan Mekarjaya, Bekasi Utara serta pemberian pompa air untuk kelompok mandiri di Bekasi Utara. Bantuan itu berasal dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Jawa Barat.

Lahan tidur di Kota Bekasi saat ini masih banyak. Lahan tidur merupakan lahan yang belum digunakan oleh pengembang atau perusahaan sehingga diberikan hak guna kepada petani untuk memanfaatkan lahannya. Beberapa lahan yang di antaranya milik PT Timah di Mustikajaya, lahan Trans Studio di Jatiasih juga dimanfaatkan petani untuk bercocok tanam.

“Masih banyak lahan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh petani. Bagaimana kita memanfaatkan itu untuk membangun pemberdayaan yang ada di masyarakat,” ungkap Rahmat.

Petani di Kota Bekasi, kata Rahmat, masih banyak karena pemerintah daerah masih memberikan keleluasaan (untuk memanfaatkan lahan tidur). “Minimal petani kita bisa menghasilkan sayur-mayur, mungkin padi juga bisa diproduksi banyak walaupun wilayah kita sudah kota,” paparnya.

“Bantuan yang tadi diserahkan merupakan kegiatan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat dan diserahkan kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk disalurkan kepada petani,” sambung Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Annie Marijan.

Saat ini, lahan pertanian di Kota Bekasi yang masih tersisa mencapai 475 hektare. Dia mencontohkan Poktan Pamahan, Jatiasih. ladang yang digunakan untuk menanam sayuran masih cukup luas

“Kami membina pertanian yang masih aktif walaupun lahan merupakan lahan pengembang atau perusahaan (bukan lahan milik petani). Sawah-sawah kita memang sudah dimiliki oleh pengembang semua dan diperbolehkan untuik memanfaatkan lahan tersebut oleh pengembang,” sambung Kasi Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kekasi, Eko Revmawati.

Kelompok Tani yang masih bertahan di Kota Bekasi di antaranya Poktan sawah, sayuran, olahan, dan peternakan. “Antusiasme para petani masih cukup tinggi untuk menggarap lahan walaupun bukan lahan miliknya sendiri. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu dan memberikan penyuluihan kepada para petani ini,” pungkasnya. (*)