Kombes Pol Wijonarko: Suami Diduga Tewas Serangan Jantung Setelah Bunuh Istri

oleh -251 views
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijonarko. (ist)

JATIASIH, BEKASIPEDIA.com – Pasangan suami istri ditemukan meninggal di rumahnya di daerah Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Jasad sang suami bernama Karyadi (55) ditemukan di ruang dapur. Sedangkan jasad sang istri bernama Cristy Handayani (43) tergeletak di ruang tamu.

Keduanya tercatat tinggal di Kampung Pedurenan, RT 01/RW 07, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Pol Wijonarko mengatakan, hasil penyelidikan, Cristy Handayani diduga tewas setelah dibekap oleh suaminya dengan bantal. Dugaan itu dikuatkan dengan penemuan bantal bersimbah darah tak jauh dari jasad Cristy.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan bantal yang sudah bersimbah darah, diduga istrinya dibekap menggunakan bantal hingga tidak bernyawa,” ujar Wijonarko saat dihubungi, Selasa (28/4/2020).

Sementara Karyadi diduga tewas karena serangan jantung usai membunuh istrinya. Karyadi diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. “Setelah meninggal, tidak jauh dari mayat istrinya ditemukan korban yang merupakan suami dari istri tersebut. Memang suami tersebut mempunyai riwayat penyakit jantung. Kemungkinan suaminya kelelahan dan meninggal tiga meter dari jasad istrinya,” jelas Kapolres.

Wijonarko menyampaikan, berdasarkan keterangan tetangga, pasutri itu memang dikenal sering cekcok. Sebelum ditemukan meninggal, keduanya diketahui ribut besar. Pertengkaran mereka sampai didengar warga.

“Dari informasi sementara kita mendapatkan keterangan ke dua korban sering cekcok, dan sebelum kejadian tersebut adanya keributan yang besar,” kata Wijonarko.

Menurut dia, pasutri yang sudah lima tahun berumah tangga ini cek-cok lantaran masalah ekonomi. Sang suami tak bekerja, sementara istrinya bekerja sebagai PNS. “Kemungkinan masalah rumah tangga mereka. Diketahui, istrinya bekerja sebagai PNS, sedangkan suaminya tidak mempunyai pekerjaan. Sehingga timbulnya keributan. Mereka baru berumah tangga lima tahun yang lalu,” tuturnya.

Kematian keduanya diawali kecurigaan warga yang mendapati lampu rumah mereka masih menyala pada Senin pukul 12.30 WIB. Saksi sempat memanggil dari luar rumah, namun tidak ada yang menyahut. Selanjutnya, saksi melapor ke ketua RT dan Linmas setempat.

Warga kemudian berbondong-bondong masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi penghuninya. Warga kemudian menemukan pasutri tersebut tewas di dalam rumah. Di tengah pandemi Covid-19, petugas harus berpakaian APD lengkap mengikuti protokoler ketika membawa kedua jenazah.

Jasad keduanya kemudian dibawa ke rumah sakit guna diotopsi untuk memastikan penyebab kematiannya. Secara kasat mata, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh keduanya. (bangpede)