Koin Kuno ‘1899’ Ditemukan di Bekasi Diduga Peninggalan Belanda

oleh -146 views
Warga temukan koin bertuliskan 'Prize Jewellery Modern Flower 1899' di Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ist)

CIKARANG PUSAT, BEKASIPEDIA.com – Penemuan tumpukan bata dan koin kuno diduga bagian situs bersejarah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengegerkan warga. Keduanya ditemukan warga saat menggali embung dengan kedalaman 3 meter. Pemkab Bekasi menduga sisa bangunan itu merupakan peninggalan masa kolonial dahulu.

“(Diduga) di zaman kolonial dibangunnya,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Suwartika, seperti ditukil Sabtu (24/12/2019).

Pemkab akan melaporkan temuan itu ke Badan Pengelola Cagar Budaya di Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Menurut Suwartika, temuan tersebut akan dikaji untuk memastikan status sisa bangunan dan koin itu apakah situs bersejarah atau bukan.

Selain itu, Suwartika menduga koin bertuliskan ‘Prize Jewellery Modern Flower 1899’ ini bukan berfungsi sebagai alat pembayaran pada masanya, melainkan sebuah perhiasan. Ia memprediksi koin itu juga peninggalan Belanda Kayak semacam liontin,” kata Suwartika.

Pengerjaan embung tetap dilanjutkan. Namun, selama masa pengkajian, sisa bangunan diduga situs bersejarah yang terletak di tengah-tengah embung akan diberi pembatas.

“Akan dikurung sementara, tapi tetap saja kegiatannya (pembangunan embung) sih berjalan. Ya (Dipagari) katanya ada lima pilar sementara,” sebut Suwartika.

Temuan itu berada di Desa Karang Mukti, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Mulanya, ketika menggali tanah sedalam 3 meter, warga menemukan sisa bangunan berupa tumpukan batu bata.

“(Ada) proyek terus digali-gali, terus kok lama-lama berwujud seni bangunan gitu,” kata Kapolsek Cikarang Utara Kompol Sujono.

Selain tumpukan batu bata itu, warga menemukan koin. Koin tersebut bertulisan ‘Prize Jewellery Modern Flower’ di satu sisi dan pada sisi lainnya terdapat gambar seseorang yang mengenakan ikat kepala dan di bawahnya tertulis ‘1899’.

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, mengatakan situs bangunan itu harus diteliti lebih lanjut untuk mengetahui usia bangunan.

“Harus diteliti lebih lanjut. Tapi kalau melihat ukuran batu yang kecil dan warna pecahan batunya, dugaan saya itu masih usia muda, abad ke 19-21,” kata Ali. (*)