Ketua RT Khawatir, Warganya Terpapar Virus Covid Varian Baru

oleh -139 views
Ilustrasi. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) di wilayah RW 13, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat melakukan lockdown lokal. Lockdown dilakukan setelah ada 25 warga yang positif Covid-19 dalam waktu tiga hari terakhir.

Ketua RW 13 Kecamatan Bekasi Selatan, Sugih Hidayat khawatir warga di lingkungannya terkena Covid – 19 dengan varian baru. “Kami saat ini dalam situasi yang mengkhawatirkan. Takutnya ini varian baru,” ungkap Ketua RW 13 Sugih Hidayat seperti dilansir dari kompas.com pada Selasa (22/6/2021).

Sebelumnya, pada September 2020 hingga Januari 2021 atau dalam kurun waktu 4 bulan, total temuan kasus positif Covid-19 sebanyak 45 orang. Sedangkan saat ini, dalan waktu tiga hari saja sejak Sabtu (21/6/2021) kemarin, total temuan kasus telah sebanyak 25 warga.

“Ini kan awal tahun kemarin kami estimasi total kasus selama 4 bulan, waktu itu ada 45 orang. Sekarang baru tiga hari saja ada 25 orang. Cepat sekali menyebarnya,” ujarnya was-was.

Oleh sebab itu, dia meminta kepada Pemkot Bekasi agar segera mendeteksi varian Covid-19 yang saat ini mewabah di wilayahnya. “Kami berharap agar cepat ditangani. Karena takutnya ini varian baru. Karena mayoritas dari mereka itu diduga terpapar dari tempat kerjanya, kemudian menyebar jadi klaster keluarga di PML,” ucap Sugih.

Seperti diberitakan sebanyak 25 orang warga di Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) positif terpapar Covid-19. Sugih Hidayat menjelaskan kini wilayahnya terpaksa melakukan lockdown lokal sejak Sabtu (19/6/2021) lalu.

“Enam RT yang melakukan micro lockdown di antaranya RT 01, 09, 10, 11, 12, dan RT 14, Perumahan PML Bekasi. Total ada 25 warga terpapar positif Covid-19,” kata Sugih.

Penerapan lockdown lokal diberlakukan setelah berkoordinasi dengan puskesmas dan Kelurahan Jaka Setia yang sebelumnya telah melakukan langkah 3T (tracking, testing dan treatment). “Kita koordinasi ke seluruh pengurus RT terkait situasi kerawanan penyebaran Covid-19, agar warga meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Penerapan micro lockdown di enam RT ini lanjut dia, tidak menutup secara penuh akses jalan. Hal ini mempertimbangkan kebutuhan mobilitas kendaraan proyek perbaikan tanggul di kawasan permukiman.

“Jadi sifatnya meminta warga tidak beraktivitas keluar rumah, pengurus RT juga sudah kita minta memasang spanduk himbauan. Akses pintu depan masih kami buka untuk keluar masuk kendaraan proyek,” tuturnya.

Adapun untuk penerapan micro lockdown akan terus dipantau, setiap pengurus RT akan melaporkan secara berkala perkembangan di lingkungan masing-masing.

“Jika situasinya makin meluas sebaran Covid-19, kami akan menerapkan lockdown lokal ini lebih luas lagi,” tegasnya. Untuk warga yang terpapar Covid-19, saat ini masih menjalani perawatan isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil dipantau petugas puskesmas secara berkala. (jek)