Kasatpol PP Kota Bekasi: Banyak Tempat Usaha “Cuekin” Maklumat Wali Kota Ditutup

oleh -115 views
Kasatpol PP Kota Bekasi, Abi Hurairah. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA – Satpol PP Pemerintah Kota Bekasi mengklaim telah menutup banyak kegiatan usaha karena beroperasi melebihi maklumat yang dikeluarkan oleh Wali Kota Bekasi mengenai jam operasional sampai pukul 18.00 WIB.

“Penyegelan sedikit, rata-rata langsung ditutup,” kata Kepala Bidang Penegakan Aturan Daerah Satpol PP Kota Bekasi, Saut Hutajulu ketika dikonfirmasi Senin (5/10/2020).

Menurut dia, penutupan kegiatan usaha lebih mudah dibandingkan penyegelan. Sebab, setelah ditutup usaha masih bisa buka lagi besoknya. Apalagi, durasi maklumat yang diterbitkan oleh Wali Kota Bekasi hanya lima hari.

Wali Kota Bekasi mengeluarkan maklumat nomor 440/6086/SETDA.TU untuk memberikan perlindungan, menjamin keselamatan kepada masyarakat Kota Bekasi, untuk penyebaran covid 19.

Ia mengatakan, cukup banyak pedagang kaki lima (PKL) yang memprotes tindakan petugas. Tapi, penindakan tetap dilakukan.

“Kami enggak peduli, karena yang lain juga tutup.”

Pemerintah daerah menerapkan kebijakan itu untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 di wilayahnya.

Sebab, kata dia, ada peningkatan kasus yang cukup signifikan di Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir ini.

“Ini untuk mengerem penyebaran Covid-19 yang sedemikian tinggi transmisinya,” kata Rahmat

Sejak berlakunya maklumat itu, menurut Saut, instansinya bergabung dengan TNI-Polri turun ke lapangan. Sasarannya, aktivitas usaha yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bekasi.

“Lebih dari jam 18.00 WIB, langsung tutup. Karena amanat maklumat seperti itu.”

Ia mengatakan, cukup banyak pedagang kaki lima (PKL) yang memprotes tindakan petugas. Tapi, penindakan tetap dilakukan. “Kami enggak peduli, karena yang lain juga tutup.”
Pemerintah daerah menerapkan kebijakan itu untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 di wilayahnya.

Sebab, kata dia, ada peningkatan kasus yang cukup signifikan di Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir ini. “Ini untuk mengerem penyebaran Covid-19 yang sedemikian tinggi transmisinya,” kata Rahmat. (dra)

Salah satu pedagang di Pasar Modern Harapan Indah terjaring razia masker. (foto:tahar)