Karyawan Disekap, Gudang Elektronik Dirampok di Pondok Gede

oleh -77 views
Sebuah gudang elektronik di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, dirampok kawanan bersenjata tajam. Para pelaku sempat menyekap beberapa karyawan gudang. (ist)

PONDOK GEDE, BEKASIPEDIA.com – Sebuah gudang elektronik di Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, dirampok kawanan bersenjata tajam. Para pelaku sempat menyekap beberapa karyawan gudang.

Kejadian tersebut terjadi di gudang elektronik PT Murtantes di Jalan KH Noer Ali, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (24/6/2019), sekitar pukul 04.00 WIB. Sejumlah karyawan PT Murtantes yang sedang tidur, dibangunkan oleh para pelaku.

“Kita dibangunin, langsung nyekap kita, nodong (pakai) senjata panjang kayak samurai lah. Ya di situ dia nodong kita aja semuanya,” ujar salah seorang karyawan, Yugi, ketika ditemui di lokasi, Senin (24/6/2019) siang.

Yugi bersama 4 temannya mengaku diikat tangan dan kakinya. Para pelaku juga disebutnya menutup mata dan mulutnya dengan plakban.

“Terus dia nanya-nanya doang. Nanya bos ‘bos dimana?’ kita jawab di atas, dia (pelaku) ke atas, udah ada (beberapa pelaku) yang nungguin di sini kita,” ujar Yugi.

Yugi dan teman-temannya disekap di sebuah ruangan. Mereka diancam oleh para pelaku untuk tidak bergerak.

Setelah sekitar satu jam penyekapan itu, para pelaku melarikan diri. Yugi dan rekan-rekannya berusaha melepaskan ikatan masing-masing.

“Ngelapor pertama sih ke RT, RT-nya nggak ada terus temen saya yang satunya lagi langsung lapor ke Polsek di Jakarta Timur,” ujar Yugi.

Soal kondisi bosnya, Yugi tak mengetahui persis. “Kondisinya kalau yang cewek (Siska) mah biasa aja tapi yang cowoknya (Suki) yang luka, di rumah sakit. Lukanya sih nggak tahu diapain ya, cuman kita lihat ke atas udah luka aja dia. Lukanya di kepala, di pelipis sama belakang,” ujar Yugi.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, AKP Supriyanto, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut pelaku mengambil Rp 1 Juta dan dua buah ponsel. “Uang satu juta, sama handphone 2 (buah),” ujar Supriyanto.

Kasus ini masih diselidiki polisi. Polisi masih mengidentifikasi para pelaku. (*)