Jumlah Kasus COVID-19 Kluster Anak di Kota Bekasi Melonjak 19,97%

oleh -147 views
Ilustrasi sekolah swasta. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Pemerintah Kota Bekasi menyebutkan kasus COVID-19 dari klaster anak di wilayahnya mengalami peningkatan. Dari 263 kasus positif COVID-19, jumlah anak yang terinfeksi mencapai 19,97%.

Alhasil, pemerintah setempat akan mengevaluasi kembali secara menyeluruh kegiatan belajar tatap muka. Apalagi, pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai di 241 sekolah tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di kota tersebut.

“Kasus COVID-19 klaster anak di Kota Bekasi cukup tinggi, mencapai 19,97%,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Sukrawati, Kamis (27/5/2021).

Berdasarkan data Satuan Tugas COVID-19 Kota Bekasi, hingga kemarin, total ada 263 orang positif COVID-19. “Klaster anak ini sudah pasti (terpapar) dari keluarga karena anak berada dalam keluarga. Makanya kewaspadaan semua pihak benar-benar dibutuhkan,” ucapnya.

Dezy menyarankan agar tidak ada penambahan jumlah sekolah tatap muka di Kota Bekasi. Hal itu dilakukan agar penularan di kluster anak sudah bisa berkurang dan pihak keluarga juga harus mengedukasi anak dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, untuk perkembangan Kasus COVID-19 di wilayahnya yang melonjak berada pada klaster keluarga mengalami kenaikan kasus yang cukup siginifikan.”Penyebarannya berada di rentan kategori usia produktif,” ucapnya.

Tanti mencontohkan, misalnya isinya rumahnya satu, tetapi di dalam isi rumah tersebut terdapat sebanyak 4 orang yang terpapar Covid-19, dengan dari adanya beberapa orang yang terpapar. “Karena terimbas melalui aktivitas yang dilakukan oleh usia produktif,” katanya.

Saat ini untuk perkembangan kasus COVID-19 di Kota melalui berbagai kategori usia, usia produktif juga masih cukup tinggi untuk segi angka persentasenya. Dengan dari persentase yang ada, kategori usia produktif di angka 68,72%. Sedangkan untuk kategori usia anak berada di angka 19,97% dan usia lansia di angka 11,31%. (rus/ist)