Jubir PSI Pastikan Jokowi Tak Kalah Lagi di Kabupaten Bekasi

oleh -147 views
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Habib Muannas mendatangkan pegiat media sosial Denny Siregar ke Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (17/3/2019) kemarin. Langkah itu merupakan bagian menggenjot elektabilitas pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin, khususnya di kalangan milenial. (ist)

TAMBUN, bekasipedia.com – Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Habib Muannas mendatangkan pegiat media sosial Denny Siregar ke Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (17/3/2019) kemarin. Langkah itu merupakan bagian menggenjot elektabilitas pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, khususnya di kalangan milenial.

Bertempat di @Home Hotel Tambun, Kabupaten Bekasi, PSI mengadakan diskusi dan nobar debat cawapres bersama Denny Siregar yang diikuti ratusan peserta. “Beliau (Denny Siregar,red) kan memang spesialis yang memantau keadaan politik. Beliau orang yang tepat memberikan keyakinan bahwa Jokowi layak melanjutkan kepimpinannya,” kata Muannas yang juga maju menjadi Calon Legislatif (Caleg) dari PSI ini.

Pria yang juga Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) ini menjelaskan dari ratusan desa yang dia kunjungi, hanya PSI partai yang konsisten sosialiasi rumah ke rumah untuk pemenangan Jokowi di Kabupaten Bekasi.

“Setiap hari seluruh kader dan caleg PSI keliling door to door ke masyarakat di Bekasi dari hasil keliling itu ternyata partai lain jarang melakukan itu. Mereka (partai lain,red) masih malu-malu sosialiasi Jokowi,” kata caleg DPR-RI nomor urut satu ini.

Muannas mengatakan pada Pilpres 2014, Jokowi-JK hanya meraih 38,01 persen atau 555.733 suara di Kabupaten Bekasi. Mereka hanya mampu menang di 1 dari 23 kecamatan, yakni Muara Gembong.

“Kami tidak ingin hal itu terulang. Mesin partai PSI dipastikan maksimal bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin,” ucapnya.

Denny Siregar mengaku salut dengan Muannas Alaidid karena mampu membuktikan kualitasnya sebagai seorang habib. Selain itu Muannas juga termasuk terdepan dalam melaporkan hoaks ke ranah hukum.

“Saya dan keluarga dukung PSI. Bukan karena saya cinta dan suka PSI, tapi saya ingin menguji seorang Muanmas. Ketika di luar (parlemen, Red) dia teriak ketika di Senayan jangan dia sampai dia tidur,” katanya. (*)