Ingin Tahu Penyebab Banjir di Bekasi?

oleh -160 views
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. (ist)

JAKARTA, BEKASIPEDIA.com – Sejumlah titik di Kabupaten dan Kota Bekasi sempat didera banjir. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun buka suara soal penyebab banjir di Bekasi.

“Kalau Bekasi karena (meluapnya) sungai Bekasi,” kata Basuki seperti dilansir Kamis (27/2/2020).

Untuk penanganan banjir di wilayah Bekasi Selatan, pihak Basuki terus berupaya mengoptimalkan kinerja Kali Kemang Pratama dan melancarkan kinerja drainase di wilayah tersebut.

“Makanya yang Kemang, Bekasi langsung kita kerjakan karena beliau (Kepala BMKG Dwikorita) bilang 15 Februari akan peak kan, makanya sebelum 15 sudah kita selesaikan. Lewat sekarang kan. Ini sampai Maret ada kan, makanya kita kerjakan yang krusial, setelahnya baru kita perbaiki. Lalu drainase yang kurang baru kita perbaiki,” jelas Basuki.

Basuki juga mengungkapkan penyebab banjir di kawasan Bekasi Timur yang berada di pinggir Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek)

Basuki mengungkapkan, penyebab banjir permukiman warga Bekasi yang letaknya di pinggir Tol Jakarta-Cikampek (Japek) adalah proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC) yang sedang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Pembangunan jalur rel KCJB menutupi saluran pembuangan air atau drainase. Untuk itu, pihaknya membongkar drainase di Tol yang tertutup proyek KCJB.

“Kalau di pinggir-pinggir tol karena ada pengerjaan Proyek KCIC, Kereta Cepat maka kita bongkarin drainasenya. Kita bongkar karena dia menutup-nutup. Kalau itu iya, di KM 8, 19, 34,” urai Basuki.

Meski proyek KCIC berada di bawah wewenang Kementerian Perhubungan, dan drainase Tol Japek di bawah wewenang Kementerian PUPR, menurut Basuki pihaknya bisa langsung membongkar drainase tanpa meminta izin.

“Saya bilang saya sudah datang ke lapangan, saya bilang nggak usah izin, bongkar. Ini dari Pak Dirutnya (KCIC), Pak Chandra. Lalu juga Deputy Project Manager SinoHydro, namanya Du Chang Ling,” papar Basuki.

Pada saat menjelaskan itu, Basuki sempat menunjukkan riwayat teleponnya. Ia memang beberapa kali mencoba menghubungi pejabat terkait dalam mega proyek tersebut.

“Saya sudah telepon Direkturnya, saya mau telfon orang China-nya, saya mau bongkar semua itu,” tutupnya. (*)