HUT Kota Bekasi ke-23, Banyak Pekerjaan Rumah Harus Diselesaikan

oleh -119 views
Salah satu objek wisata di Kota Bekasi, hutan Kota dengan Land Mark KOTA BEKASI. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Kota Bekasi baru saja merayakan hari jadinya ke-23 tahun. Di usia yang hampir mencapai seperempat abad, Kota Patriot, Jawa Barat, terus melakukan pembenahan di segala aspek pembangunan. Namun tidak sedikit pula PR yang masih harus dikerjakan oleh pemerintah daerah saat ini.

Sebut saja banjir yang merupakan satu diantara segelintir permasalahan Kota Bekasi yang sering dikeluhkan masyarakat. Banyak permukiman dan jalan-jalan utama yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Bahkan di awal tahun 2020, Kota Bekasi menjadi wilayah yang terdampak paling parah bersama DKI Jakarta. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Minimnya kinerja drainase disebutkan sebagai salah satu faktor utama penyebab banjir terus datang ke Kota Bekasi. Pembenahan dalam hal ini diyakini mampu meminimalisir banjir secara intens.

“PR nya membenahi drainase. Pansus 5 sedang menggodok raperda tentang ini. Mudah-mudahan jadi solusi,” kata Nicodemus Godjang, Anggota DPRD Kota Bekasi fraksi PDI Perjuangan seperti dilansir dari liputan6.com, Kamis (12/3/2020).

Selain banjir, permasalahan sampah juga masuk dalam daftar PR Pemkot Bekasi yang masih menanti untuk diselesaikan. Karena seperti diketahui, sampah turut berperan menimbulkan banjir terutama yang menyumbat aliran sungai.

“Penyelesaian pembuangan sampah yang masih belum tertib, sehingga mengakibatkan banjir,” ujar pria yang akrab disapa Nico itu.

Pun demikian, Nico mengaku ada beberapa pencapaian Pemkot Bekasi yang khususnya mengarah kepada pendalaman ideologi Pancasila yang sudah mulai terabaikan oleh sebagian masyarakat.

“Saya kira ini sebuah pencapaian, dengan pembentukan tim revitalisasi Pancasila yang bertugas terus sosialisasikan Pancasila. Termasuk beberapa hari lalu deklarasi Pancasila,” jelasnya.

Ideologi Pancasila

Menurutnya, penerapan ideologi Pancasila sangatlah penting untuk menjaga pluralisme, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki keberagaman, salah satunya Kota Bekasi.

“Dan saat ini Kota Bekasi terus mengabdikan diri dalam membumikan Pancasila dan menjaga NKRI, menjaga pluralisme. Masyarakat Kota Bekasi diharapkan ikut mendukung dengan terus menumbuhkan tolerasi antar umat beragama,” imbuh Nico.

Penantian masyarakat untuk Kota Bekasi menjadi smart city, diakui Nico belum bisa terwujud hingga saat ini. Konsep yang belum tertata jelas, sambungnya, membuat visi ini masih jauh panggang dari api.

“Kota Bekasi belum layak disebut smart city, masih jauh dari harapan. Perlu pembenahan dan konsep yang jelas,” tandasnya.

Ia juga menegaskan masih banyak yang perlu direvisi terkait kebijakan yang selama ini diterapkan Pemkot Bekasi. Karenanya ia merasa perlu koordinasi yang baik dari pihak-pihak terkait untuk menghasilkan kebijakan yang memihak pada rakyat.

“Dan itu harus dilakukan bersama-sama, baik ekskutif, legislatif, yudikatif maupun masyarakat,” tegasnya. (*)