Hebat! Kabupaten Bekasi Kembangkan 10 Desa Eco Village

oleh -61 views

CIKARANG PUSAT, bekasipedia.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mengembangkan desa berbudaya lingkungan atau eco village. Tak pelak, Kabupaten Bekasi menjadi masuk ke-10 daerah yang mengembangkan eco village di Jawa Barat

“Tercatat sebanyak 10 desa yang merupakan desa-desa dilewati Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dan Cibeet,” kata Ketua Jaringan Kerja Eco Village Kabupaten Bekasi, Indra Jaya di Cikarang Pusat, seperti dilansir Kamis (28/2/2019).

Lebih lanjut dijelaskan, ada sebanyak 10 desa juga di wilayah Kabupaten Bekasi yang mengembangkan eco village.

Dimana sambungnya, dari 10 desa tersebut, 6 di antaranya berada di Kecamatan Kedungwaringin, antara lain Desa Kedungwaringin, Karangmekar, Mekarjaya, Karangsambung, Waringinjaya, serta Desa Bojongsari.

Sementara empat desa lainnya berada di Kecamatan Cikarang Timur, yakni Desa Jatireja, Labansari, Jatibaru, dan Desa Cipayung.

Indra menjelaskan, tujuan dari eco village sendiri adalah mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.

“Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran kader eco village dan pihak terkait lainnya juga karena sebetulnya kewajiban untuk menjaga dan mengelola lingkungan itu adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Dia mengaku, sejumlah program yang tertuang dalam rencana aksi eco village di 10 desa tersebut seperti Bank Sampah, Kawasan Rumah Pangan Lestari, Tanaman Keluarga serta Konservasi dan Penghijauan.

“Selain itu, kita juga tengah fokus membentuk wisata lokal desa agar masyarakat juga tahu program-program eco village seperti apa. Saat ini ada Situs Pacinan di Desa Mekarjaya, sementara untuk wisata desa tematiknya ada di Desa Cipayung,” katanya.

Indra melanjutkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengembangkan gerakan eco village di desa-desa lainnya.

“Sedang kita kembangkan agar bisa berdiri juga di desa-desa lain. Ada delapan desa, Kepala Desanya mau bikin eco village mandiri dan anggarannya nanti dialokasikan dari dana desa,” ujarnya. (*)