Gandeng TNI-AL, Proyek Pergudangan PT. Hacaca di Wilayah Teritorial Tarumajaya Disesalkan Banyak Pihak

oleh -841 views
Salah satu korban aksi penyerangan anggota TNI-AL saat disambangi Danramil 02/Tarumajaya. (foto: tahar)


TARUMAJAYA, BEKASIPEDIA.com – Paska terjadinya aksi penyerangan dan penyisiran yang dilakukan prajurit TNI-AL Kopaska terhadap warga Kampung Poncol Wetan dan Poncol Dempul Desa Segara Makmur, Komandan Rayon Militer (Koramil) 02/Tarumajaya, Kapten Inf Dicson Abislom sambangi Kantor Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat pada Senin, (26/10/2020).

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Koramil 02/Tarumajaya tersebut sebagai tindak lanjut adanya pelaporan warga terkait dengan aksi penyerangan personil TNI-AL Kopaska terhadap warga Kampung Poncol Desa Segara Makmur yang terlibat keributan dengan petugas keamanan proyek pergudangan PT. Hacaca yang diketahui sebagai anggota aktif TNI-AL pada hari Senin (19/10/2020 ) pekan lalu.

Kepada Pemerintahan Desa Segara Makmur, Kapten Inf Dicson selaku Danramil mengaku prihatin dan menyayangkan adanya kejadian yang nyaris menelan korban jiwa, terlebih banyak korban yang mengalami luka cukup serius dan bahkan ada korban kritis dengan beberapa luka tusuk dilarikan ke RSUD Koja Jakarta Utara

“Terkait kedatangan saya ke sini, Saya harus monitor kejelasan penyelesaian nya seperti apa, inikan menyangkut masalah masyarakat kita yang terusik, terganggu dan terintimidasi, secara pribadi saya tersinggung di wilayah teritorial saya, ada keributan besar yang melibatkan TNI -AL hanya karena persoalan dugaan pidana pencurian,” ucap Dicson kepada Aparatur Pemerintahan Desa Segara Makmur yang dihadiri olrh Sekretaris Desa, Nurmayansyah. Kaur Pemerintahan H. Barip, Ketua BPD H. Hussain dan Satgas Desa Ahmad Ridhoi.

Senada, ucapan yang sama terlontar dari Kepala Urusan Pemerintahaan Desa, H. Barip, dirinya mengaku terkejut dan menyayangkan terjadinya aksi penyerangan dan main pukul yang dilakukan oleh petugas kemanan jaga proyek pergudangan PT. Hacaca dengan melibatkan tentara angkatan laut tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi ke pihak kepolisian.

“Besok, (hari ini, Selasa 27/10/2020), kami akan panggil semua pihak ke desa terutama meminta klarifikasi dari PT. Hacaca terkait aksi penyerangan yang dilakukan oleh personil TNI – AL,” ujarnya didampingi Sekdes dan Ketua BPD (tahar)