Fasilitator Menghindar, Penerima Manfaat BSPS di Muara Gembong Terpaksa Jual Kambing untuk Talangi Pembayaran Tukang

oleh -179 views
Daaman (60), warga Dusun Tiga Kampung Singkil, RT 001/RW 006, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, harus jual kambing menalangi pembayaran tukang yang belum dibayarkan dari program Bantuan Stimultan Pembangunan Swadaya (BSPS) di Kecamatan Muara Gembong. (foto: udin)

MUARAGEMBONG, BEKASIPEDIA.com – Sungguh miris nasib penerima manfaat bantuan stimulan perumahan swadaya.(BSPS). Pasalnya, untuk pembayaran tukang belum juga dibayarkan oleh fasilitator meskipun bangunan sudah 70 persen, terpaksa Daaman (60), warga Dusun Tiga Kampung Singkil, RT 001/RW 006, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, harus jual kambing menalangi pembayaran tukang tersebut.

Untuk mendapatkan rumah tinggal layak huni memang sudah menjadi impian warga kurang mampu, seperti Daaman. Namun sayang, sebagai penerima manfaat BSPS harus kecewa.

Hal itu terungkap setelah disambangi BEKASIPEDIA.com (JAKARTAPEDIA.id) di kediaman nya pada Kamis (18/11/2021).

Laki-laki yang sudah lanjut usia ini menuturkan dirinya memang sangat berterimakasih sudah mendapatkan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) yang dianggarkan pemerintah melalui aspirasi dewan dari salah satu partai tertentu.

Namun dilain halnya dia juga merasa kecewa dengan fasilitator yang tidak sesuai dengan perjanjian awal kepada Daaman.

Dia mengungkapkan, awalnya pihak fasilitator mengatakan untuk pembayaran tukang bangunan setelah rampung pembangunan 50 persen.

“Tetapi ini sudah 70 persen pembangunan tetapi tukangnya belum mendapatkan bayaran. Begitu juga bahan matrial bangunan pun sering telat datangnya pak,” kata Daaman kecewa.

Sehingga untuk membayar tukang bangunan terpaksa, dirinya harus menjual kambing atau ternak. ” Untuk menutupi itu (bayar tukang-red) saya harus jual kambing atau ternak dulu untuk menutupi itu semua,” tutur pria berusia 60thn tersebut.

Selanjutnya, BEKASIPEDIA.com, menyambangi rumah Saripudin selaku fasilitator yang telah dipercaya menangani program bantuan stimulan perumahan swdaya.(BSPS) guna meminta konfirmasi tentang program tersebut.

Tetapi sayang, Saripudin enggan ditemui awak media alias menghindar.

Begitu juga saat ditanyakan kepada ibunya Saripudin, juga enggan memberikan keterangan soal anaknya tersebut. “Nomor HP-nya pun saya gak punya bang,” ketus wanita 50 thn tersebut.

Sampai berita ini terbit pun belum ada konfirmasi dari pihak fasilitator atau dari Saripudin. (udin)