Dishub Kabupaten Bekasi Ngaku Kesulitan Atasi Kemacetan

oleh -752 views
Ilustrasi Kemacetan di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

CIKARANG, BEKASIPEDIA.com – Persoalan kemacetan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat masih terus terjadi. Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi masih kesulitasn untuk menentukan solusi yang tepat. Demikian disampaikan Kadishub Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna.

Ia menjelaskan, kemacetan di wilayahnya disebabkan sejumlah hal. Di antaranya, pengerjaan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang dilaksankan di Jalan Tol Jakarta Cikampek. Sehingga, terdapat kendaraan yang memilih untuk melintas di jalur arteri.

Menurutnya, diperlukan kerja sama seluruh stake holder untuk mengatasi persoalan tersebut. Karena, Dishub Kabupaten Bekasi kekurangan personil untuk mengurai kemacetan.

“Kemacetan memang selalu menjadi keluhan masyarakat. Dan terkadang apabila terjadi crowded (kepadatan lalu lintas) atau tidak bergerak, kami selalu siap dalam menjalankan tugas untuk mengatur, dan menggunakan sistem buka jalur untuk menjalankan volume kendaraan,” ujarnya.

Ia menyatakan, sejauh ini pihaknya bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi melakukan pengaturan lalu lintas.

Terpisah, Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Heru Purnomo menuturkan, Satlantas selalu menurunkan personil sekitar 91 personil yang disebar di titik berpotensi macet.

Adapun titik tersebut, diantaranya posko Legenda, Cibitung, Pasar Cibitung, Kalijaya, dan wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

”Kami siagakan pengatur lalu lintas, karena sudah ada beberapa posko lalu lintas. Dan kami juga ada yang bergabung dengan dinas perhubungan untuk kelancaran lalu lintas,” tuturnya.

Ia mengaku, pihaknya terkadang kesulitan untuk melakukan pengaturan ketika terjadi kemacetan lalu lintas. Hal tersebut lantaran tingginya volume kendaraan yang melintas.

“Sifat daerah yang maju itu adalah tingginya volume kendaraan, dan inilah yang menjadi tantangan kami dalam bertugas untuk menciptakan kelancaran lalu lintas dan keselamatan para pengendara,” ujarnya. (*)