Disdik KotaBekasi Siapkan Protokol Kesehatan dan Role Model KBM Tatap Muka Selama Sebulan

oleh -130 views
Tercatat 31.455 siswa SMP di Kota Bekasi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sejak Senin (22/4/2019) kemarin. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Merujuk pada kalender akademik 2021, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka SD dan SMP di Kota Bekasi bakal kembali digelar pada 11 Januari 2021 mendatang.

“Kalau melihat kalender akademik, jatuhnya masuk sekolah di tahun ajaran 2020-2021 itu 11 Januari 2021. Ada kemungkinan juga satu minggu setelah itu. Kami harus buat dulu peraturan rujukannya,” kata Anggota Tim Role Model Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Haris Budiyono saat dikonfirmasi, Senin (23/11/2020).

Maka kata Haris, pihaknya masih memiliki waktu selama lebih dari satu bulan untuk mempersiapkan aturan beserta protokol kesehatan agar simulasi KBM tatap muka, atau role model, bisa digelar pada 1 Januari 2021.

Aturan yang dibuat mengacu pada ketentuan yang dibuat Kemendikbud yang baru saja mengumumkan bahwa KBM tatap muka bisa kembali digelar awal tahun mendatang.

“Kami sedang merancang aturannya dan sesuai dengan arahan Pak Menteri, harus hati-hari dan gradual,” tuturnya.

Gradual yang dimaksud adalah jumlah murid yang diperbolehkan masuk sekolah harus dibatasi berdasarkan rombongan belajar (rombel).

Hari aktif kegiatan sekolah pun nantinya juga akan dikurangi.

“Dalam pembahasan awal, itu diberlakukan tidak sepenuh hari, misalnya dalam seminggu hanya beberapa hari saja ditetapkan. Misalnya kelas 7, 8, 9, kelas 7 sehari hanya dua rombel, kelas 8 hanya dua rombel, kelas 9 juga demikian,” kata Haris.

Beri Sinyal Lampu Hijau

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Nadiem Makarim memberikan sinyal lampu hijau agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bisa kembali digelar pada awal tahun 2021.

Anggota Tim Role Model Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Haris Budiyono mengatakan saat ini Dinas Pendidikan Kota Bekasi masih merancang aturan yang merupakan penambahan saat pihaknya menggelar role model ujicoba sekolah pada Agustus 2020 lalu. “Tinggal updating atau penyempurnaan dari pedoman sebelumnya. Aturan lama 70 persen, ada penambahan 30 persen lagi yang baru,” kata Haris.

Pihaknya telah memiliki dua modal yang bisa dijadikan acuan untuk kembali membuka KBM tatap muka di Kota Bekasi.

“Paling tidak kita sudah ada dua modal, satu adalah rumusan tentang pembelajaran tatap muka terbatas dan yang kedua video perilaku kegiatan belajar terbatas sekolah, seandaikan sekolah mengadakan tatap muka,” ungkapnya.

Haris menambahkan, bahkan mendikbud kini tak lagi mengacu pada rekomendasi dari Satgas Covid-19 untuk menentukan sekolah mana saja yang boleh atau tidak bileh dibuka.

Hal itu mengartikan bahwa wilayah zona merah masih diperbolehkan untuk menggelar simulasi KBM tatap muka.

“Pak Menteri pun memberikan sebuah gambaran, kalau pun (digelar) terbatas saja, tidak zona oranye pun simulasi bisa diselenggarakan,” katanya.

Rencana simulasi yany awalnya dilakukan pada 20 Desember diundur menjadi awal Januari lantaran dikhawatirkan berbenturan dengan libur panjang.

“Karena tidak memungkinkan role model di Desember karena sudah mendekati libur. Kemungkinan betul Januari ada penjajakan role model lagi,” ungkap Haris. (wik/trb)