Diprediksi Februari Curah Hujan Tinggi, Pemkot Bekasi Siap Hadapi Banjir Susulan

oleh -152 views
Banjir Melanda Bekasi. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi curah hujan tinggi hingga Febuari 2020 nanti. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengklaim telah mempersiapkan sejumlah hal dalam menghadapi banjir susulan yang terjadi bila curah hujan memang tinggi pada Februari nanti.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, persiapan itu mulai dengan menempatkan tujuh unit pompa mobile di sejumlah titik rawan banjir. “Pompa mobile kita tempat di titik banjir terparah di Jatiasih. Selain kita juga punya 16 unit pompa yang masih kita terys kerjakan proses perbaikannya,” kata Rahmat, Rabu (15/1/2020).

Politisi Golkar ini menambahkan, pompa-pompa itu nanti diharapkan dapat menyedot air limpasan dari kali atau sungai yang meluap ketika curah hujan tinggi.

Tidak hanya itu, sambung pria yang akrab disapa Pepen ini, pihaknya juga telah menyiapkan tujuh tenda pengungsian yang di dalamnya dilengkapi dengan sejumlah logistik mulai makanan, pakaian hingga obat-obatan.

“Sedangkan tenda, sudah saya siapkan ada tujuh titik. Mau ada (banjir), mau enggak, sampai dengan Maret (2020) kita siapkan,” ujar Pepen.

Kemudian perahu karet juga dipersipakan di titik lokasi banjir guna mempermudah proses evakuasi jika benar terjadi banjir susulan.

Pepen menambahkan, perahu karet sekarang dalam posisi hampir mendekati angka 40-an.

“Saat ini, kita lebih prepare dalam menghadapi prediksi BMKG itu. Akan kita serahkan akan kita pinjam pakaikan kepada tempat-tempat yang memang terbiasa terjadinya banjir jadi nanti evakuasinya menjadi lebih cepat,” jelasnya.

Dia mengatakan, selain upaya di atas, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane (BBWSCC) juga sudah melakukan perbaikan 14 dari 89 titik tanggul Kali Bekasi yang rusak.

Tanggul Kali Bekasi rusak akibat diterjang banjir pada awal tahun baru 2020 lalu.

Dia mengatakan, ke-14 titik itu yang paling terparah ditangani sementara pakai bronjong. Sisanya itu hanya retak dan bocor. “Kita juga sudah koordinasi ke Sukabumi, Bogor, Pemprov Jabar dan DKI untuk minta bantuan BPBD-nya, baik perahu dan alat jika terjadi banjir susulan,”ujar Pepen lagi. (*)