Waduh! Layanan Samsat Peting Bekasi Sepi Wajib Pajak

Waduh! Layanan Samsat Peting Bekasi Sepi Wajib Pajak

Pelayanan Samsat Keliling.


BEKASI SELATAN, bekasipedia.com - Peminat Samsat Peting yang digagas Kantor Sistem Administrasi Satu Atap Kota Bekasi setiap Senin dan Kamis sore masih sepi peminat. Rata-rata jumlah wajib pajak yang melakukan pengesahan kendaraan atau pembayaran pajak tahunan hanya 5-10 orang.

Kepala Unit Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pada Samsat Kota Bekasi AKP Dany Rimawan mengatakan, layanan ini sudah dibuka sejak tiga bulan lalu. Menggunakan sebuah mobil milik Samsat, petugas akan melayani masyarakat yang datang ke kantor di Jalan Djuanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

“Layanan Samsat Peting dibuka setiap Senin dan Kamis dari pukil 18.00 sampai 20.00 WIB,” kata Dany seperti ditukil Jumat (9/11/2018).

Dany mengatakan, layanan ini sangat membantu masyarakat dalam menunaikan kewajibannya kepada pemerintah. Biasanya yang menggunakan layanan ini, kata dia, wajib pajak yang sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari.

“Setelah pulang bekerja, mereka menyempatkan waktu untuk membayar pajak kendaraan di mobil yang kami sediakan,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan Samsat Peting menambah tujuh layanan jemput bola maupun gerai yang sudah dibuka lebih dulu. Tujuh layanan itu adalah perpanjangan pajak STNK di gerai Harapan Indah Kecamatan Medansatria, gerai Ahmad Yani Kecamatan Bekasi Selatan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Pasar Proyek Kecamatan Bekasi Timur.

Selanjutnya MPP Atrium Pondokgede Kecamatan Pondokgede, Jalan Raya Hankam Kecamatan Pondokmelati, Samades Kelurahan Cimuning dan Bus Samling yang dibuka setiap Selasa dan Rabu.

Namun dari tujuh gerai dan layanan jemput bola yang disediakan lembaganya, masyarakat lebih memilih datang ke Kantor Samsat. Tercatat ada sekitar 2.500-3.000 berkas pemohon yang masuk ke Samsat Kota Bekasi.

“Sementara untuk gerai dan layanan jemput bola rata-rata ada sekitar 60-200 pemohon. Berbeda dengan Samsat Peting yang hanya 10 pemohon saja,” jelasnya.

Atas dasar itu, Dany meminta kepada masyarakat agar memanfaatkan layanan Samsat Peting. Dengan adanya sejumlah gerai dan layanan jemput bola ini termasuk Samsat Peting, Dany meyakini jumlah pemohon yang datang langsung ke Kantor Samsat bakal berkurang.

Sebab yang datang ke Kantor Samsat akan didominasi pemohon yang mengajukan balik nama kendaraan atau perpanjangan masa berlaku pelat nomor kendaraan serta STNK saja.
“Pemahaman masyarakat masih agak kurang soal adanya layanan ini, karena yang mereka tahu bayar pajak kendaraan adanya di Samsat. Padahal kalau mereka ingin cepat dan praktis, bisa bayar pajak kendaraan di gerai atau layanan jemput bola yang kami sediakan,” katanya.

Sementara itu, Anton (26) salah seorang wajib pajak kendaraan bermotor merasa terbantu dengan adanya pelayanan Samsat Peting. Dia tahu adanya layanan ini saat dia menanyakan kepada petugas.

“Senin lalu sebelum bekerja saya datang ke Samsat untuk menanyakan layanan jemput bola. Rupanya ada Samsat Peting yang dibuka sore sampai malam. Hari Kamis kemudia saya putuskan untuk bayar pajak setelah pulang kerja,” kata Anton warga Perumnas II Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan ini. (nuel)

Bagikan Sekarang

Komentar Anda

Artikel Terkait