TMD Production Meraup Laba di Bisnis Jasa Souvenir dan ATK

TMD Production Meraup Laba di Bisnis Jasa Souvenir dan ATK

Debby Malona Hutabarat.


MEDAN SATRIA, bekasipedia.com - Sederetan souvenir serta merchandise eksklusif nampak tertata rapi menghias ruang lobby sebuah Rumah Toko (ruko) di bilangan Taman Cemara U 7 No.15, Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Terdapat beberapa mug cantik, jam meja, botol-botol minuman, USB, Alat Tulis Kantor (ATK), goodibag dan masih banyak lagi souvenir lainnya. Kesemuanya itu merupakan media usaha jasa souvenir yang memang sengaja didisplay untuk menarik animo konsumen.

Inilah salah satu jenis usaha yang menjadi andalan PT. Tri Mora Dinara (TMD) di dunia bisnis merchandise. Adapun jenis usaha lain yang digarap adalah di bidang jasa yaitu Wedding Organizer dan Event Organizer.

Selain itu usaha pariwisata merupakan jenis usaha yang juga terus berkembang serta berpotensi dan saling berkaitan satu sama lain. Wedding Organizer dan Event Organizer juga diperkuat dengan adanya dua bidang usaha tersebut.

Di event organizer bisa mengadakan bazzar, tergantung dari event yang digarap. Tentunya ada kolaborasi kuat yang terjalin bersama para tenant yang sudah menjadi partner.

Seperti dipaparkan Debby Malona Hutabarat, salah seorang Owner PT. Tri Mora Dinara (TMD) kepada bekasipedia.com. Menurutnya, souvenir dan merchandise belakangan ini memang banyak dibutuhkan terutama bagi perusahaan hingga sekolahan, guna mempromosikan brand mereka kepada publik.

"Jika saya melihat, usaha seperti ini peluangnya cukup menarik. Terutama bagi beberapa perusahaan yang akan mempromosikan dirinya ke publik, agar lebih dikenal di masyarakat," ungkap Debby sapaan akrabnya di gerai TMD, Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, belum lama ini.

Sederhananya, lanjut Debby, konsumen yang ingin mempromosikan suatu brand kepada masyarakat tentu akan membagi-bagikan souvenir bertuliskan nama yang akan dipromosikan melalui souvenir serta merchandise yang dipesan.

"Nah, kita selaku penyedia jasa tersebut memberikan acuan serta pilihan perihal produk-produk souvenir yang disesuaikan oleh budget konsumen," kata Debby.

Berbagai orderan yang diterima, kata Debby, tergantung jenis apa yang diinginkan konsumen. Kalau untuk sekolahan, biasanya pesan pulpen, USB Flashdisk, atau goodibag bertuliskan nama sekolah mereka. Ada juga seperti handuk, sendal, payung, gelas, mug, dan lain sebagainya biasanya perusahaan yang pesan.

"Selain grosiran, kita juga bisa terima satuan, semua kita sesuaikan dengan keinginan serta kebutuhan konsumen. Tentunya yaa kalau satuan, harganya sudah pasti mahal," lanjut pengusaha yang juga jadi politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Misalnya untuk pesanan jam meja premium, sambung Debby, harganya terbilang cukup mahal bisa mencapai Rp. 1 juta/pcs. Mug juga macam-macam, ada yang harganya Rp. 15 ribu sampai Rp. 90 ribu/pcs, dan itu sudah termasuk desain.

"Untuk souvenir wedding juga tergantung budget si pengantin. Misalnya mereka hanya memesan kipas untuk 1000 undangan dengan harga kisaran Rp. 5000 - Rp. 10 ribu/pcs. Tentu kita sediakan," imbuhnya.

PT.TMD tak hanya bergerak di bidang pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) serta aneka produk merchandise, tapi juga menerima jasa Event Organizer (EO) dan Wedding Organizer (WO).

Cikal-bakal PT TMD didirikan atas dasar spirit serta pengalaman individual sang owner di bidang organizer dan supplier ATK/Merchandise sejak tahun 2010. Seiring berjalannya waktu, PT. Tri Mora Dinara pun akhirnya resmi dicetuskan pada November 2017 di Jakarta.

Tersebutlah, dua nama penggagas yang berada dalam naungan PT.TMD. Mereka adalah Tiur Linda Pakpahan dan Debby Malona Hutabarat. Kedua owner ini merupakan sahabat lama yang juga memiliki hobi serta bisnis yang sama. Merekapun akhirnya memproklamirkan eksistensi mereka di bisnis tersebut.

"Ya, kerjasama ini tentunya akan lebih bersinergi dalam mengembangkan suatu brand secara bersama bahu-membahu untuk memperkenalkan perusahaan TMD ini ke berbagai instansi, bahkan ke berbagai sekolah yang memang membutuhkan aksesoris seperti souvenir dan merchandise," kata wanita penggemar mobil SUV ini.

Sementara itu, menurut Tiur Linda, Debby merupakan sohib karibnya sejak lama. Linda sangat mengetahui karakter serta sepak terjang Debby dalam meniti karirnya. Sehingga mereka sepakat untuk melakukan kolaborasi positif di dunia bisnis.

"Kita memang sudah berteman sejak masih duduk di bangku kuliah, yakni di Perbanas. Kebetulan kita menyukai bidang bisnis yang sama, sehingga muncullah suatu ide yang akhirnya kita membuat PT.TMD ini," papar Linda.

'Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan', mungkin inilah salah satu ungkapan yang menjadi dasar sang owner dalam melakukan kerjasama bisnisnya. Perjuangan mereka sudah tentu didasari dengan pengorbanan serta jerih payah untuk mencapai kegemilangan.

Sejak didirikan hingga saat ini PT.TMD sudah banyak dikenal di beberapa perusahan serta instansi lainnya. Hampir genap setahun, banyak sudah perusahaan yang sudah melakukan transaksi dengan PT.TMD.

"Yaah, awalnya kita emang susah-susah dahulu, melalui perkenalan produk-produk yang kita buat ke beberapa konsumen. Kasarnya 'jemput bola' laah, dan saat ini link kita sudah banyak, beberapa perusahaan juga sudah banyak yang tahu," ungkap Linda..

Linda juga berharap, dalam setahun PT.TMD sudah mampu meraup laba dan tercapai target yang diinginkan. "Kita sih berharap bisa menjadi EO dan WO yang dikenal, kemudian bisa menjadi salah satu leading company dan bisa kebeli ruko," tuntasnya. (alan)

Bagikan Sekarang

Komentar Anda

Artikel Terkait