Soal Limbah B3 di Tarumajaya, Polsek Tarumajaya akan Usut Pelakunya

Soal Limbah B3 di Tarumajaya, Polsek Tarumajaya akan Usut Pelakunya

Satuan Serse Polsek Tarumajaya saat memasang police line di TKP Desa Segara Makmur, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (foto: tahar/ist)


TARUMAJAYA, bekasipedia.com - Terkait adanya dua bocah yang terkena dampak bahaya limbah B3 beberapa hari lalu, Kepolisian Sektor Tarumajaya melakukan aksi pengamanan dengan memasang police line dan melarang aktifitas pembuangan limbah di lokasi kejadian tepatnya wilayah Desa Segara Makmur Kecamatan Tarumajaya pada Minggu (13/1/2019).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tarumajaya, AKP Agus Rohmat SH, menyatakan akan menyelidiki kasus tersebut terutama jenis limbah yang dibuang serta akan menguji kandungan material yang terdapat di dalamnya dengan uji laboratorium.

Langkah tersebut, menurut Agus adalah bagian dari respon Kepolisian Sektor Tarumajaya dalam menangani adanya laporan korban luka bakar di bagian kaki akibat melintasi timbunan pasir yang diduga mengandung limbah beracun dan berbahaya. 

"Saat ini lokasi tersebut sudah kita amankan dengan memasang police line, kita juga terus monitoring dan akan menyelidiki siapa pelaku pembuangnya dan saat ini masih meminta keterangan dari pemilik lahan" jelas Agus. 

Terkait adanya jatuh korban dari warga Marunda yang masih bocah, Raga dan Wirta keduanya berusia 8 tahun. Agus mengatakan bahwa pemilik tanah sudah mengunjunginya dan bersedia menanggung biaya berobatnya.

Kapolsek Cilincing, Kompol Sarwono saat investigasi di TKP wilayah Segara Makmur Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (foto: tahar)

Di tempat terpisah, PJS Segara Makmur, H. Asmad S.pd mengaku terkejut mengetahui hal tersebut. Dia mendapat laporan adanya tempat pembuangan limbah di wilayahnya, dari pengakuannya Asmad sama sekali tidak mengetahui sampai ada pemberitaan adanya warga Marunda yang terkena limbah B3 di Wilayah Desa Segara Makmur. 

"Saya sudah bicarakan masalah ini dengan perangkat desa lainnya, masalahnya pemilik tanah tidak pernah meminta ijin untuk pembuangan limbah di sana," ucap Asmad selaku pejabat sementara Desa Segara Makmur. 

Dari pantauan bekasipedia.com (KORANMETRO.com Group) di lokasi kejadian terlihat timbunan yang diduga berasal dari industri minyak goreng (Spent Bleaching Earth) yang masuk dalam katagori limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3), dan terdapat juga limbah batu bara.

Selain itu, ada beberapa titik timbunan yang diduga limbah terdapat di tempat lain di Wilayah Tarumajaya, Saat ini Kepolisian Sektor Tarumajaya sedang melakukan penyidikan lebih lanjut. (tahar)

Bagikan Sekarang

Komentar Anda

Artikel Terkait