Sampah Kali Bancong Menumpuk, Pemkot Bekasi Mulai Bersih-bersih

Sampah Kali Bancong Menumpuk, Pemkot Bekasi Mulai Bersih-bersih

Kali Bancong dipenuhi sampah. (ist)


MEDAN SATRIA, bekasipedia.com - Pemerintah Kota Bekasi mulai melakukan pengangkutan sampah di Kali Bancong, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat, (11/1/2019).

Lurah Pejuang, Isnaini mengatakan, pengangkutan sampah dilakukan dengan menerjunkan satu alat berat, ditambah empat mobil truk pengangkut sampah dan 20 personil tim pematusan.

"Hari ini kita mulai pengangkutan sampah di Kali Bancong, tahapannya sebenernya sejak kemarin, cuma kemarin itu kita baru sebatasa survey sama pemangkasan pohon di pinggir kali agar alat berat mudah menjangkau sampah," kata Isnaini.

Berdasarkan pantauan, teknis pengangkutan sampah dilakukan dengan 20 personil pematusan dari Dinas Bina Marga dam Sumber Daya Air (BMSDA) masuk ke dalam kali untuk nengurai sampah secara manual.

Kemudian, sampah-sampah digiring hingga ke diding dinding kali agar lebih mudah dijangkau alat berat. Setelah itu, alat berat bekerja mengangkut sampah untuk sepanjutnya diangkut menggubakan truk menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Sumur Batu di Bantar Gebang.

Isnaini menambahkan, kegiatan pengangkutan sampah dilakukan hingga tuntas, ia belum bisa memprediksi butuh waktu berapa lama proses pengangkutan sampah tersebut.

"Kita yang pasti pengangkutan sampai tuntas ya, kalau dilihat volumenya mungkin gak cukup sehari, bisa mungkin tiga hari," jelas dia.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Pahlawan Setia dan Desa Setia Mulya Kecamatan Tarumajaya menuding, lautan sampah yang memenuhi Kali Pisang Batu berasal dari wilayah perbatasan antara Kelurahan Pejuang di Kota Bekasi dan Desa Setia Asih di Kabupaten Bekasi.

TribunJakarta.com mencoba menelusuri keberadaan kabar tersebut. Rupanya, tudingan itu mendasar, lantaran kondisi Kali Bancong tepatnya di RT4, RW22 Perumahan Taman Harapan Baru nampak penuh dengan sampah yang jumlahnya cukup banyak.

Sampah memenuhi permukaan Kali Bancong sekitar kurang lebih 100 meter. Sampah-sampah itu didominasi dengan sampah domestik seperti plastik, sterofom dan sebagainya.

Suratno warga sekitar mengatakan, pemandangan kumuh seperti itu rupanya bukan sekali dua kali terjadi. Bahkan tumpukan sampah sudah sering terjadi setiap tahunnya.

"Udah lama kaya gini, hampir setiap saat kali penuh sampah kiriman dari hulu," ungkap Suratno.

Ia mengaku sudah tinggal di pemukiman perumahan itu sejak 2004. Sejak saat itu, pemandangan tumpukan sampah di Kali Bancong sudah menjadi hal biasa. Bahkan tumpukan sampah bisa lebih parah ketika musim panas.

"Kalau aliran air lagi gak deras tumpukannya makin banyak, nah pas air kali meluap baru sampah terbawa ke hilir di daerah Tarumajaya," jelas dia. (rus/ist)

Bagikan Sekarang

Komentar Anda

Artikel Terkait