Ini Kebiasaan Orang Indonesia yang Picu Risiko Diabetes

Ini Kebiasaan Orang Indonesia yang Picu Risiko Diabetes

Ilustrasi Makan Nasi.


BEKASI SELATAN, bekasipedia.com - Siapa sih yang mau kena penyakit? Apa lagi diabetes, dimana banyak orang yang kena penyakit tersebut karena beberapa faktor, seperti keturunan dan gaya hidup contohnya.

Nah buat agan yang mau mencegah ternyata bisa kok, asal ngurang-ngurangin kebiasaan yang orang indonesia lakuin, dan mungkin agan salah satunya yang termasuk

Diabetes merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit genetik. Namun, bukan berarti gaya hidup tak memengaruhi penyakit tersebut.

Berdasarkan data IDF Diabetes Atlas pada tahun 2017, Indonesia menduduki posisi keenam sebagai penderita diabetes terbesar sebanyak 10,3 juta orang.

Kebiasaan apa saja sih, yang membuat orang Indonesia rentan terkena penyakit diabetes?

1. Makan Nasi Tiga Kali Sehari.

Ada ungkapan yang mengatakan, makan tak lengkap tanpa nasi. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang makan nasi putih lebih dari lima kali dalam sepekan berisiko 17% lebih tinggi mengalami Diabetes tipe 2 dibandingkan kelompok yang hanya makan nasi sebulan sekali.

Skor indeks glikemik nasi putih juga cukup tinggi, yaitu sekitar 86, dibandingkan makanan pokok lainnya seperti beras merah, yang hanya 55.

2. Gemar Minum Teh dan Kopi.

Orang Indonesia memang memiliki kebiasaan unik, yakni ngopi di pagi hari dan ngeteh di sore hari—atau sebaliknya. Bukan teh atau kopinya yang menyebabkan diabetes, tapi gula pasir yang Anda masukkan ke dalam cangkirnya.

Gula adalah jenis karbohidrat sederhana yang dapat cepat menaikkan gula darah. Maka dari itu, jika Anda memang gemar minum teh atau kopi, lebih baik mengonsumsinya tanpa gula, ya!

3. Malas Bergerak.

Berdasarkan penelitian dari Universitas Stanford menggunakan Argus—sebuah aplikasi pemantau aktivitas di smartphone—Hong Kong menempati urutan teratas dalam daftar penduduk paling rajin berjalan kaki, dengan rata-rata 6.880 langkah setiap hari.

Sementara, orang Indonesia menempati posisi terbawah dengan rekor hanya 3.513 langkah per hari. Padahal malas bergerak berakibat pada penumpukan lemak, peningkatan kadar gula darah yang memicu diabetes, dan kolesterol. (abe/ist)

Bagikan Sekarang

Komentar Anda

Artikel Terkait