DPRD Kota Bekasi Menyayangkan BPBD Hanya Punya 3 Perahu Karet

DPRD Kota Bekasi Menyayangkan BPBD Hanya Punya 3 Perahu Karet

Warga korban banjir sedang dievakuasi menggunakan perahu karet, baru-baru ini di daerah Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.


BEKASI SELATAN, bekasipedia.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi ternyata hanya punya tiga unit perahu karet yang disiapkan untuk menghadapi banjir. Jumlah perahu karet tersebut dinilai kurang.

Soalnya Kota Bekasi kerap dilanda banjir saat musim hujan tiba. Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri mengatakan, dia menyayangkan BPBD Kota Bekasi yang memiliki kewajiban untuk menanggulangi bencana ternyata hanya memiliki tiga unit perahu karet.

Menurut dia, ada sejumlah titik di Kota Bekasi yang rawan banjir dan seharusnya menjadi acuan BPBD dalam menyediakan jumlah alat untuk menghadapi banjir.

"BPBD harus segera melakukan pengajuan soal perahu karet, harus ada perencanaan kerja. Perahu karet penting untuk menghadapi bencana banjir. Urusan penanganan banjir sesungguhnya bisa diprediksi, cukup (atau) tidak tiga perahu karet itu," kata Ustuchri, seperti dilansir Rabu (21/11/2018).

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, meskipun BPBD Kota Bekasi hanya punya tiga unit perahu karet, pihaknya akan mengerahkan perahu karet yang dimiliki instansi lain jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Kan unsur lain ada punya, (Dinas Lingkungan Hidup) LH, Dinas Bina Marga ada, dan sebagainya. Nanti semua akan kami coba gerakkan," kata Tri di Kantor Pemkot Bekasi, Rabu (21/11/2018) saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan mengandalkan BPBD saja ketika terjadi bencana banjir. Instansi lain seperti Polri dan TNI juga akan dilibatkan untuk evakuasi dan lainnya.

"Instansi lain juga ada perahu karet seperti kepolisian dan TNI. Dalam penanganan bencana banjir semua unsur itu terlibat," ujar Tri.

Sementara itu Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalop) pada BPBD Kota Bekasi Aditya mengakui pihaknya hanya memiliki tiga unit perahu karet. Perahu itu pun sejauh ini belum digunakan karena banjir masih bersifat genangan dan cepat surut.

"Kami yang siap itu ada tiga unit, dua unit tipe river boat, lalu satu unit lagi tipe LCR (landing craft ruber), ada juga dua tenda berukuran besar dan sejumlah tenda keluarga untuk pengungsi," ujar Aditya.

Sementara itu dari data yang diperoleh tercatat ada 49 titik rawan banjir di Kota Bekasi. Titik terparah ada di Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bantargebang, Jatiasih, Medan Satria, dan Bekasi Barat. (rus)

Bagikan Sekarang

Komentar Anda

Artikel Terkait