Busyet! Prostitusi Online di Apartemen Center Point Ngaku Jual Pacarnya Sendiri

Busyet! Prostitusi Online di Apartemen Center Point Ngaku Jual Pacarnya Sendiri

Ilustrasi para PSK yang berhasil diamankan Polisi.


BEKASI SELATAN, bekasipedia.com - Polres Metro Bekasi Kota menangkap tiga pria penyedia prostitusi online di Apartemen Centerpoint, Jalan Jend Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, usai melakukan operasi pada Sabtu (6/10/2018) kemarin.

Ketiga tersangka itu berperan sebagai germo yang menjajakan wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui akun media sosial seperti Facebook, Twitter maupun Whatsapp.

Para tersangka mengaku Pekerja Seks Komersial (PSK) itu disediakan oleh seorang Mucikari atau biasa disebut mami. Selain itu ada juga tersangka yang mengaku menjajakan pacarnya sendiri ke pria hidung belang. Nah loh...

"Iya cewek saya sendiri yang saya jajakan, tapi saya enggak nawarin, memang dia (pacarnya) yang mau, saya enggak dapet fee (keuntungan)," kata Jenio, di Mapolrestro Bekasi Kota, Senin, (8/10/2018).

Jenio mengaku baru dua bulan melakukan praktik prostitusi online, uang hasil prostitusi dengan menjajakan kekasihnya sendiri biasa dipakai untuk jajan dan kebutuhan sehari-hari.

"Engga ada, enggak ada fee cuma buat jajan, ditangkap juga cuma karena ada aplikasi Wechat gitu di hp jadi saya kena ketangkap deh," ucapnya tampa ada penyesalan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih mengatakan ketiga pria yang ditetapkan menjadi tersangka bernama Mustakim, Saputra, Jenio. Ketiganya mengaku perbuatannya baru dilakukan tujuh bulan ini.

Dalam operasi itu pihaknya juga mengamankan 21 wanita yang diduga sebagai PSK.

"Kami masih cari mucikarinya karena menurut pengakuan 21 wanita itu mereka korban dari Mami (mucikari). Kita sedang kejar," kata Jairus.

Ia menjelaskan untuk ketiga pria yang ditangkap berperan sebagai yang mencari pelanggan melalui akun media sosial seperti Twitter maupun Whatsapp.

"Jadi ketiga orang ini memfasilitas untuk terjadi prortitusi di unit-unit di apartemen tersebut. Cara mereka membuka akun bio atau open BO, mulai akun twitter, Whatsapp dan WeChat", jelasnya.

Menurut keterangan tersangka, lanjut Jairus saat ada pelanggan yang berminat atau bersedia mereka langsung janjian dan bertemu di kolam renang atau lobby apartemen.

"Saat ketemu dan begitu deal, cowok ini (pelanggan) naiklah ke kamar apartemen dengan diantar ketiga tersangka itu. Disitu (kamar) cewe-cewe sudah ada. Jadi prostitusi ini lewat transaksi online tapi peminat datang kesitu janjian di apartemen dan bayar ditempat," katanya.

Ia menambahkan adapun tarif ditawarkan antara Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu short time. "Jadi dari uang itu, 300 buat bayar kamar,100 ribu buat tersangka, sisanya buat cewe-cewe itu," ucapnya.

Dari tangan ketiga tersangka, pihak kepolisian mengamankan uang tunai hasil transaksi Rp 4,5 juta, handphone yang digunakan Open BO, dan beberapa alat kontrasepsi atau kondom.

Ketiga tersangka itu dijerat Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Kesopanan dengan dikenakan pasal 296 dan atau 506 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (rif)

Radja Konsultan Perizinan, siap membantu pengurusan dokumen legalitas perusahaan Anda dalam mendirikan PT, CV, UD, Koperasi, SIUP, TDP, TDUP, IUI, TDG, SIUP MB, IMB, KRK, IPTB, SLF, SKK, dll. Untuk wilayah Jakarta, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi. Untuk info lengkap Hotline/WA: 081285833108.

 

Bagikan Sekarang

Komentar Anda

Artikel Terkait