Busyet! Masih Ada 236 Hektare Permukiman Kumuh di Kota Bekasi

Busyet! Masih Ada 236 Hektare Permukiman Kumuh di Kota Bekasi

Ilustrasi.


BEKASI SELATAN, bekasipedia.com - Kota Bekasi, Jawa Barat menjadi salah satu kota metropolitan dan letaknya berdekatan dengan Ibu Kota DKI Jakarta. Namun, masih ada 236,5 hektare kawasan kumuh di Kota Bekasi dari total luas wilayah 21.049 hektare.

Hal itu diutarakan Sekretaris Disperkimtan Kota Bekasi, Imas Asiah mengatakan, jumlah itu sudah jauh lebih berkurang dibandingkan tahun 2016 silam.

Pada 2016, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi mencatat, dari 12 kecamatan dan 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi, 430 hektare di antaranya belum tertata alias Kumuh.

"2016 kawasan kumuh 430 hektare sekarang ini tersisa 236,5 hektare. Terus berkurang kawasan kumuh setiap tahunnya," katanya di kantor Disperkimtan, seperti dilansir Rabu (14/11/2018).

Ia menjelaskan, dari 430 hektare sudah berkurang kawasan kumuh mencapai 193.5 hektare atau 45 persen, sehingga tahun ini masih ada sekitar 55 persen atau setara dengan 236.5 hektare kawasan kumuh lagi. "Kita targetkan kawasan kumuh akan berkurang 80 persen hingga 2019," ucapnya.

Untuk mencapainya, lanjut Imas, pihaknya terus melakukan pengembangkan Program Kotaku dari pemerintah pusat. Bantuan yang diberikan itu dimanfaatkan untuk melakukan penataan drainase, penyediaan air bersih, penataan lingkungan, dan bedah rumah.

Selain itu, untuk mempercepat penanganan kawasan kumuh juga menggunakan anggaran APBD Kota Bekasi. "Dua tahun berjalan Program Kotaku belum sepenuhnya merata di setiap lingkungan yang ada di setiap kelurahan. Hanya beberapa kelurahan saja. Kami juga bantu percepatan pengurangan kawasan kumuh dengan anggaran APBD kota Bekasi," paparnya.

Tahun 2017 lalu, 56 kelurahan mendapat bantuan APBD masing-masing Rp 1 miliar dari Program Kotaku. Untuk tahun ini, hanya satu kelurahan yang dapat bantuan APBD Kota Bekasi. Sedangkan yang lima kelurahan mendapat bantuan dari pusat alias APBN, karena lolos seleksi.

"Tiap tahun semua kelurahan kita ajukan untuk dapat bantuan dari Program Kotaku, tahun 2018 hanya lima saja yang dapat. Itu sangat bagus, karena daerah lain hanya satu kelurahan saja yang dapat bantuan APBN," paparnya. (rus)

Bagikan Sekarang

Komentar Anda

Artikel Terkait