Busyet! Hanya 6 Kelurahan Dinyatakan Bebas dari BAB Sembarangan di Bekasi

Busyet! Hanya 6 Kelurahan Dinyatakan Bebas dari BAB Sembarangan di Bekasi

Ilustrasi.


BEKASI SELATAN, bekasipedia.com - Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, baru enam kelurahan yang dinyatakan bebas dari buang air besar (BAB) sembarangan atau open defecation free (ODF). Keenam kelurahan yang sudah dinyatakan ODF tersebut adalah Kelurahan Jatibening, Kotabaru, Jatikarya, Rawalumbu, Arenjaya dan Pengasinan.

Sedangkan 50 kelurahan lainnya, warganya masih memiliki pola hidup dengan BAB sembarangan tempat‎, terutama di kali atau saluran air lainnya.

"Dari ‎56 kelurahan se-Kota Bekasi, masih ada 50 kelurahan yang belum menerapkan ODF. Artinya, hanya enam keluarahan yang warganya telah menerapkan hidup sehat dengan membangun septic tank untuk fasilitas jamban sehat," ujar Kepala Seksi ‎Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinkes Kota Bekasi, Dudung Abdul R, Senin (14/1/2019).

Dia mengatakan, keberhasilan ODF di tingkat kelurahan merupakan keberhasilan semua warga di kelurahan tersebut untuk bebas dari BAB sembarangan. "Misalkan dalam satu kelurahan, ada satu KK (kepala keluarga) saja yang masih membuang BAB di kali, kelurahan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai kelurahan yang sudah ODF," tuturnya.

‎Dudung memberikan contoh kelurahan yang belum ODF yakni Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Di kelurahan Margahayu, terdapat sebanyak 205 KK yang belum memiliki septic tank. Ratusan KK ini masih membuang tinjanya ke kali yang berada di belakang rumahnya.

"Untuk pencapaian ODF, masih ada 50 kelurahan yang belum tercapai. Kami terus melakukan sosialisasi pentingnya pembuatan septic tank agar warga tidak lagi BAB di kali atau sembarangan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bekasi, Fevi Herawati, mengatakan secara umum Kota Bekasi menempati peringkat kedua se-Jawa Barat yang memiliki akses terhadap jamban sehat.

"Jamban sehat itu dilihat dari akses masyarakat terhadap ketersediaan jamban. Kota Bekasi sudah mencapai 98% yang warganya mempunyai akses terhadap jamban sehat. Hanya dua persen atau sekitar 6.000 KK yang belum mempunyai jamban sehat. Kota Bekasi menempati peringkat kedua se-Jawa Barat yang memiliki akses terhadap jamban sehat," sambung Fevi.

‎Menurutnya, Dinkes Kota Bekasi mendukung progam Geser si Jahat (Gerakan Seribu Rupiah Siapkan Jamban Sehat) yang digagas Kepala UPTD Puskesmas Karang Kitri Bekasi Timur, Anastasia Happy Sumanti.

"Program Geser si Jahat ini di-launching hari ini dan akan ditularkan ke kelurahan lain yang belum dinyatakan ODF agar Kota Bekasi mencapai 100 persen dinyatakan ODF," pungkasnya. (rus)

 

Bagikan Sekarang

Komentar Anda

Artikel Terkait