Dampak Jebolnya Tanggul Sungai Citarum, 4 Desa di Kabupaten Bekasi Diterjang Banjir

oleh -98 views
Tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, jebol pada Sabtu (21/2/2021) sekitar pukul 23.30 WIB. Akibatnya 6000 Kepala Keluarga (KK) terdampak. (ist)

PEBAYURAN, BEKASIPEDIA.com – Jebolnya tanggul Sungai Citarum pada Minggu (21/2/2021), pukul 01.00 WIB, menyebabkan banjir di 4 Desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan dari BPBD setempat banjir melanda 4 desa, yaitu Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari dan Sumber Urip. “Keempat desa berada di Kecamatan Pebayuran. Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis yang dilansir Senin (22/2/2021)

Sementara itu petugas BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan saat kejadian tinggi muka air mencapai antara 100 hingga 250 cm. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jawa Barat, Dani Ramdan mengatakan penyebab jebolnya tanggul tersebut, terjadi akibat adanya curah hujan dan limpasan air yang tinggi.

Tanggul Citarum yang berlokasi di Kampung Babakan Banker Desa Sumber Urip Kecamatan Pebayuran, Bekasi tersebut menurut Dani jebol sepanjang kurang lebih 50 meter.

Meskipun dampak jebolnya tanggul cukup parah, dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dani mengatakan tim BPBD Kabupaten Bekasi dan relawan masih bersiaga di lokasi tersebut.

Sementara Raditya Jadi menyebutkan, BPBD telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak penanganan darurat mengatasi tanggul yang jebol seperti bambu dan karung.

Sementara untuk pengungsi dibutuhkan mie instan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, vitamin, perahu evakuasi, mesin perahu, tali tambang dan lampu tembak.

Banjir di Karawang

Sementara itu, berdasarkan pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB banjir Kabupaten Karawang pada Sabtu (20/2/2021) kemarin, pukul 22.00 WIB, sebanyak 34 desa di 15 kecamatan terdampak banjir.

Banjir disebabkan antara lain akibat hujan intensitas tinggi dan luapan Sungai Citarum. Ke-15 kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Pedes, Cikampek, Purwasari, Ciampel, Pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat dan Cilamaya Wetan.

Warga terdampak mencapai 9.331 KK atau 28.329 jiwa, sedangkan 1.075 KK atau 4.184 jiwa mengungsi. Banjir juga mengakibatkan 8.539 unit rumah terendam dan sejumlah infrastruktur terdampak. Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan lanjutan.

Merespons banjir tersebut, BPBD Kabupaten Karawang bersama TNI, Polri dan organisais perangkat daerah terkait serta sukarelawan membantu evakuasi warga di lokasi terdampak. BPBD juga mengoperasikan dapur umum untuk penyedian kebutuhan nutrisi warga terdampak.

Tidak semua warga yang mengungsi menuju titik pengungsian, sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat, masjid dan hotel.

Sedangkan BNPB telah memberikan dukungan berupa pendampingan pos komando penanganan banjir, bantuan dana siap pakai sebesar Rp250 juta, masker 10.000 buah, selimut 80 buah dan lampu garam 300 buah.

BNPB juga mendukung 1 perahu karet dan 10 buah pelampung yang dibutuhkan saat evakuasi warga. Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung 8 Februari hingga 21 Februari 2021. Dengan kondisi saat ini, pemerintah daerah akan memperpanjang hingga 14 hari ke depan. (kcm/pede)