Batik Bekasi Dipromosikan ke Luar Negeri di Fashion Week 2019

oleh -547 views
Desainer Dwi Lestari. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Kota Bekasi merupakan salah satu gudang desainer-desainer handal di Indonesia. Hanya saja, kedekatan jarak antara Kota Bekasi dan Jakarta membuat para desainer kenamaan tersebut sering kali menyebut Jakarta sebagai asal wilayahnya tersebut.

Tak ingin hal tersebut berlangsung terus-menerus, sebuah gelaran fashion week pun siap dihelat juga di Kota Bekasi, Jawa Barat. Meskipun digelar untuk kedua kalinya, panitia penyelenggara menjanjikan acara tersebut sebagai yang terbesar di Kota Bekasi.

Sebelumnya, kegiatan serupa pernah digelar pada 2017. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini, 44 desainer akan meramaikan Bekasi Fashion Week 2019 yang digelar di Summarecon Mall Bekasi selama tiga hari pada Kamis-Minggu (25-28/4/2019).

Kali ini, Bekasi Fashion Week 2019 akan mengusung tema ”Ayo Batik-in Bekasi”. Konsep ini diyakini bisa memperkenalkan Batik Bekasi ke dunia luar.

Sejumlah desainer ternama seperti Athan Siahaan, Nina Nugroho, dan Akeyla Naranya, yang merupakan desainer cilik asal Bekasi akan menampilkan karya terbaik mereka.

Tak hanya itu, Koperasi Komunitas Batik Bekasi (Kombas) juga akan turut meramaikan ajang yang didukung langsung oleh Pemkot Bekasi.

Athan Siahaan misalnya, desainer yang lebih banyak merancang busana wanita ini akan keluar dari zona nyaman dengan mendesain baju untuk pria. ”Kami akan tampilkan busana dari kain ulos berusia ratusan tahun, tepatnya sekitar 350 tahun, dalam Bekasi Fashion Week 2019 ini,” kata Athan.

Sementara desainer Nina Septiana akan membawakan koleksi bertema universe.

Koleksi yang akan diperagakan di Bekasi Fashion Week 2019 ini merupakan koleksi yang telah diperagakan pada event fashion terbesar di Asia yaitu Hong Kong Fashion Week pada awal tahun ini. Ada 8 karya Nina Nugroho yang akan ditampilkan dengan desain two in one dalam skirt, dress, blazer, shirt, pants, dan outer yang memang fokus pada busana kerja untuk para profesional muslimah.

Nina menilai, Bekasi merupakan konsumen terbesar se-Indonesia. Acara yang digelar selama empat hari di Oval Summarecon Mall Bekasi ini juga diisi beberapa agenda, di antaranya peragaan busana, pameran dagang produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), workshop, Bekasi Fashion Week Model Audition, ajang pencarian bakat modeling untuk anakanak dan remaja.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, ini merupakan ajang fashion terbaik dan terbesar di Bekasi karena menampilkan desainer lokal, nasional, dan mancanegara. Apalagi, kegiatan ini untuk mengenalkan batik Bekasi kepada daerah lainnya.
”Kami sangat mendukung event ini karena membawa konsep batik Bekasi,” katanya.

Menurut dia, Bekasi Fashion Week 2019 ini harus dimaknai dengan perubahan ke arah yang lebih baik bagi perkembangan fashion di Bekasi.

Saat ini, kata dia, mulai banyak bermunculan desainer-desainer potensial asal Bekasi ataupun kota-kota lain di sekitar Bekasi yang dapat mengharumkan nama Kota Patriot ini. Untuk itu, Rahmat berharap Bekasi Fashion Week akan menjadi barometer fashion di Bekasi khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Dia juga beranggapan, pergelaran fashion ini dapat membuka mata dunia bahwa Bekasi mempunyai potensi yang sangat bagus khususnya di bidang fashion. (*)