Asyik! Gedung Creative Center Mulai Dibangun, Pemuda Bekasi Nanti Bisa Bikin Lagu

oleh -98 views
Gedung Creative Center atau Bekasi Community Centre Pemuda (BCCP) di Lapangan Multiguna, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi sudah mulai dibangun. Tim Kelompok Kerja (Pokja) Jabar Juara, Imam Malik menyebut remaja Kota Bekasi nanti bisa membuat lagu di Creative Center di Lapangan Multiguna, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. (ist)

BEKASI TIMUR, BEKASIPEDIA.com – Gedung Creative Center atau Bekasi Community Centre Pemuda (BCCP) di Lapangan Multiguna, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi sudah mulai dibangun. Tim Kelompok Kerja (Pokja) Jabar Juara, Imam Malik menyebut remaja Kota Bekasi nanti bisa membuat lagu di Creative Center di Lapangan Multiguna, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Selain itu banyak hal yang bisa dilakukan para remaja di lokasi Creative Center yang baru dimulai pembangunanya tersebut.

Creative Center atau Bekasi Community Centre Pemuda (BCCP) itu memiliki luas sekitar 500 meter persegi.

Gedung itu memiliki sejumlah fasilitas mulai dari Hall, Exibition Area, Ruang Artwork, Musola, Co-Working Space, UPT, Perpustakaan, Auditorium, Bekasi Design Archive, Studio Tari, Studio Musik, Studio Fotografi, Radio Online, Ruang Fashion, Aula, Kelas dan Taman.

“Secara umum Creative Center memberikan fasilitas kepada remaja-remaja untuk kreasi. Yang punya lagu engga bisa bikin single bisa bikin di sini. Yang ingin kreativitas melalui komputer desain dan sebagainya bisa di sini,” ujar Malik yang merupakan tim pengawas pembangunan Creative Center Pemprov Jabar seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (11/9/2019).

Ia menuturkan segala bentuk kreativitas remaja difasilitasi di Creative Center ini. “Ini kan langkah menyibukkan para remaja, mereka aktif salurkan kreatifitasnya sehingga meminimalisir kenakalan remaja termasuk narkoba,” jelasnya.

Terkait narkoba yang banyak merjerat remaja ini salah satu penyebabnya ialah karena minimnya ruang para remaja menyalurkan aktifitasnya. “Berkaitan dengan narkoba, adanya ruang ini dapat menanggulangi narkoba, menyibukkan generasi muda dengan aktivitas kreatif. Jangan hanya dilarang saja, sudah berikan aktifitas sehingga energinya habis buat aktifitas kreatif,” ungkapnya.

Pembangunan Creative Center ini merupakan program prioritas Gubernur Jawa Barat. Selain untuk memberikan ruang pada remaja menyalurkan kreatifitasnya. Dari situ, para remaja itu bisa menumbuhkan ekonomi kreatif bagi kemajuan suatu daerah.

Pembangunan Creative Center itu juga dilakukan di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengatakan pembangunan telah dimulai beberapa hari lalu.

Pembangunan gedung ini menggunakan dana bantuan Provinsi Jawa Barat, tahun 2019 ini merupakan tahap pertama dengan dana sebesar Rp 2.703.929.000. Pembangunan dilakukan di dekat Tribun Penonton dengan luas sekitar 200 meter.

Adapun pembangunan merupakan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun gedung creative center di sejumlah daerah di Jawa Barat.

“Ditargetkan rampung pada 115 hari atau selesai Desember 2019,” kata Jumhana.

Pembangunan akan berlanjut hingga tahap kedua pada tahun 2020, dengan total bantuan Provinsi Jawa Barat sekitar Rp 9,7 miliar. “Total keseluruhan sekitar Rp 9,7 miliar, tapi tidak langsung dilakukan bertahap dulu 2019 ini ya sekitar Rp 2,7 miliar sisanya di 2020. Termasuk renovasi Gedung Pemuda yang lama, jadi gedung itu tidak dibongkar,” jelas Luthfi.

Pembangunan gedung itu diharapkan mampu menunjang kreativitas para pemuda Kota Bekasi. “Kita ingin fasilitas ini bisa digunakan dengan baik dan bisa jadi kebanggaan masyarakat di Kota Bekasi,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih menyebut keberadaan Creative Center Kota Bekasi bakal menjadi wadah para pemuda menyalurkan kreatifitasnya.

“Ini (Creative Center) jadi buat sarana remaja atau pemuda melakukan aktifitas disana. Ini jadi langkah positif juga ya, maka kami pastikan ketika rampung akan dimanfaarkan semaksimal mungkin,” ujar Zarkasih.

Zarkasih menjelaskan minimnya sarana aktifitas bagi pemuda membuat munculnya kenakalan remaja.

“Pastinya kita berharap para pemuda tidak terjerumus salah bergaul kalau sudah terbangun kita pakai untuk pertemuan dengan para pemuda, kita bisa lakukan seminar atau kegiatan seperti fotografi, musik dan lainnya,” jelas Zarkasih.

Selama ini kegiatan kepemudaan di Kota Bekasi masih sangat jarang. Oleh karenanya, kata Zarkasih, ketika pembangunan sudah rampung pihaknya akan mulai mengaktifkan kembali kegiatan kepemudaan.

“Selama ini organisasi kepemduaan ada sekitar 64, tapi yang aktif hanya beberapa saja. Sisanya tinggal nama saja, ada pengurus engga ada aktifitas. Itu nanti akan kita berdayakan mereka, aktifkan kembali,” ungkapnya.

Kehadirian Creative Center itu juga membuat lokasi Lapangan Multiguna, Bekasi Timur bisa lebih bermanfaat fungsinya. Pasalnya, lapangan itu sudah jarang didatangi warga karena minim fasilitas. “Termasuk renovasi Gedung Pemuda yang lama, jadi gedung itu tidak dibongkar,” jelas Luthfi.

Pembangunan gedung itu diharapkan mampu menunjang kreativitas para pemuda Kota Bekasi. “Kita ingin fasilitas ini bisa digunakan dengan baik dan bisa jadi kebanggaan masyarakat di Kota Bekasi,” jelas dia. (*)