Astaga! Belasan Jalan Jalur Mudik di Kota Bekasi Rusak

oleh -73 views
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi berjanji akan memperbaiki ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, yang rusak dan berlubang. (ist/trb)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Sebanyak 11 ruas jalur mudik di Kota Bekasi, Jawa Barat mengalami kerusakan yang cukup parah.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi menargetkan, perbaikan secara bertahap akan dilakukan pada pekan mengingat seluruh ruas jalan itu akan digunakan sebagai lintasan mudik masyarakat ke arah timur.

Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan, sebanyak 11 ruas jalan yang rusak itu berada di Jalan KH. Noer Ali Kalimalang, Jalan Sultan Agung, Jalan Sudirman, Jalan Djuanda, Jalan Cut Meutia, Jalan M. Hasibuan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Chairil Anwar, Jalan Pekayon-Pondok Gede, Jalan I Gusti Ngurah Rai dan Jalan Raya Narogong.

“Apabila tidak ada hambatan dan cuaca mendukung, perbaikan akan dilakukan pada pekan depan,” kata Arief seperti dilansir Jumat (9/5/2019).

Dari 11 ruas jalan itu, kata dia, beberapa jalan ada yang berstatus nasional milik pemerintah pusat maupun provinsi.

Untuk jalan berstatus nasional seperti Jalan Sudirman, Jalan Sultan Agung, Jalan Djuanda dan Jalan Ahmad Yani menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sementara jalan yang berstatus provinsi seperti Jalan Raya Narogong menjadi kewenangan Provinsi Jawa Barat. Sedangkan sisanya menjadi kewenangan Kota Bekasi.

“Utamanya kita akan menangani jalan yang menjadi kewenangan Kota Bekasi sedangkan untuk ruas lainnya akan kita koordinasikan dengan pemerintah terkait,” ujarnya.

Menurut Arief, tahun ini Pemerintah Kota Bekasi telah mengalokasikan dana pemeliharaan jalan sebesar Rp 10 miliar.

Dia mengakui dana tersebut memang belum cukup untuk memelihara seluruh ruas jalan di Kota Bekasi.

Kepala Bidang Bina Marga Widayat Subroto menambahkan, penyebab munculnya jalan berlubang adalah karena tekanan kendaraan terhadap badan jalan.

Dia menyebut, bahwa jalan protokol lebih mudah rusak karena beban dan intensitas kendaraan tinggi.

“Karena itu perbaikan sementara akan kita fokuskan di jalur mudik, mengingat saat ini sudah masuk bulan Ramadan,” katanya.

Mengenai kerusakan di Jalan KH Noer Ali Kalimalang, katanya, saat ini ditanggung oleh pelaksana proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yakni PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM). Perjanjian ini bahkan sudah tertuang antara Pemerintah Kota Bekasi dengan lembaga terkait.

“Untuk ruas Jalan KH Noer Ali Kalimalang saat ini memang ditanggung oleh pelaksana proyek tol layang Becakayu sebagai imbas ada konstruksi tol layang di sana,” ungkapnya. (*)