Anda Penggemar Kopi ? Mampir ke Kota Bekasi, Tempatnya 1001 Gerai Kopi Kekinian

oleh -145 views
Salah satu produk kopi kekinian yang sekarang digandrungi anak muda di Kota Bekasi. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA – Pemerintah Kota Bekasi mencetuskan wilayah Kota Bekasi menjadi daerah 1001 gerai kopi kekinian. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Abdillah, seperti ditukil Senin (21/9/2020).

Abdillah mengatakan, sejak zaman penjajahan, kopi ini sudah tren di Indonesia.

Menurutnya, dalam pertemuan para pejuang selalu menghadirkan kopi saat berkumpul dalam membahas strategi.

Para orang tua terdahulu, kata Abdillah, juga selalu menyediakan kopi dalam setiap kali menggelar kegiatan, terutama saat Agustusan.

Kopi juga sudah berkembang, tidak hanya digandrungi kaum tua atau dewasa. Akan tetapi, berkat inovasi rasa dan racikan kopi menjadi digandrungi kaum muda.

“Dari situ kopi menjadi peluang bisnis, banyak warga membuka gerai kopi. Kita lihat di Kota Bekasi sangat banyak gerai kopi kekinian hadir,” ucapnya seperti dilansir Senin (21/9/2020).

Abdillah menuturkan, setelah dilakukan pendataan, ada sekitar 1.300 gerai kopi kekinian di Kota Bekasi. Oleh karena itu, kata dia, Kota Bekasi bisa dijuliki daerah 1.001 gerai kopi.

“Kan ada 1.300 gerai kopi ya, ya kita sebut saja istilahnya 1.001 gerai kopi,” tandasnya mendeklarasikan.

Semakin banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kopi di Kota Bekasi, kata Abdillah, Pemkot Bekasi terus melakukan pembinaan agar usaha mereka bisa berkembang lebih maju.

Apalagi, saat pandemi virus corona atau Covid-19, para UMKM terganggu pemasukkannya. “Maka tugas kami membantu mereka, baik bentuknya pembinaan maupun pemberian bantuan modal usaha baik dari APBD, Pemerintah Pusat ataupun swasta,” ucapnya.

Untuk pemberian modal, Abdillah menjelaskan, ada bantuan dari Pemerintah Pusat bagi para UMKM yang terdampak Covid-19.

Menurut dia, ada 11.494 UMKM yang mendaftarkan dan telah diserahkan untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Pemkot Bekasi juga telah menyiapkan anggaran Rp 4, 3 miliar untuk bantuan pinjaman UMKM terdampak Covid-19 dengan bunga 0 persen.

“Ini kan upaya-upaya agar UMKM tetap bisa berjalan dan berkembang di tengah Covid-19, termasuk UMKM kopi,” jelasnya.

Harapannya, kegiatan itu dapat memberikan dorongan agar pengusaha bisa lebih semangat dalam mengembangkan usaha gerai kopinya.

“Diharapkan mereka merasa tertantang tidak berdiam diri, dan bisa tingkatkan kinerjanya,” ujarnya. (rus)