Akhir Tahun Hampir Dekat, PAD Kota Bekasi Hanya 77 PersenTercapai

oleh -88 views

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi mencatat pendapatan asli daerah yang berasal dari pungutan pajak baru mencapai 77,18 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Badan Bapenda Kota Bekasi, Aan Suhanda mengatakan pendapatan pajak daerah hingga 10 November 2021 baru terkumpul Rp 1,42 triliun rupiah dari target sebesar Rp 1,84 triliun.

“Realisasi pendapatan hingga 10 November baru 77,18 persen dari target atau sebesar Rp 420 miliar pajak yang belum masuk,” ujar Aan seperti dilansir Rabu (17/11/2021).

Berdasarkan catatan, pajak hiburan menjadi sumber pendapatan yang paling minim serapannya pada 2021. Tercatat dari target sebesar Rp 19,2 miliar hingga November baru terserap Rp 12,17 miliar atau 63,15 persen.

“Baru terserap Rp 12,17 miliar atau kurang Rp 7,1 miliar,” ujarnya.

Selain pajak hiburan, penyerapan minim juga terlihat di pajak parkir dan pajak restauran yang masing-masing baru mencatatakan 68,46 dan 72,31 persen dari target yang ditetapkan.

Untuk pajak parkir dari target sebesar Rp 32,66 miliar tercatat baru mencapai Rp 22,36 miliar atau kurang Rp 10,3 miliar, sedangkan untuk pajak restauran baru terserap Rp 12,17 miliar dari target Rp 18,27 miliar.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berharap tempat hiburan malam dan pusat perbelanjaan atau mal dapat buka dan beroperasi seutuhnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut dua tempat tersebut paling potensial menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) wilayahnya.

“Ya kalau mal masih ditahan terus, THM masih ditahan, kapan kita punya PAD,” ujar Rahmat saat ditemui di kawasan di Stadion Chandrabaga Bekasi, Jumat (5/11/2021) lalu.

Rahmat mengatakan, hal tersebut perlu dilakukan lantaran pihaknya harus mendapatkan pendapatan yang sempat tertunda.

Ditambah lagi dengan kondisi Covid-19 di wilayahnya sudah bisa dikatakan landai. “Jadi harus ada PAD, ini target kita dua bulan lagi loh (kejar target PAD),” ungkapnya. (ist/jek)