Abaikan Kesepakatan, PT Waskita Seksi 3 Diduga Kembali Bohongi Warga Kp Tikungan Desa Segarajaya

oleh -235 views
Armada alat berat milik PT. Waskita saat melintasi jalan Kampung Tikungan, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (foto: tahar)


TARUMAJAYA, BEKASIPEDIA.com – Seperti hilang ingatan, Humas PT Waskita Seksi 3 selaku pelaksana pembangunan Jalan Tol Cibitung, Cilincing kembali mengabaikan beberapa tuntutan warga terkait rusaknya jalan dan saluran air yang kemudian berimbas pada retaknya sejumlah rumah warga di Kampung Tikungan, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (13/10/2020).

Rapat Waskita dengan Warga Kp Tikungan
Pihak Waskita saat berdialog dengan warga Kampung Tikungan yang dihadiri RT dan RW setempat. (foto: tahar)

Warga menilai pihak Waskita sengaja mengulur-ngulur waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya di seksi 3 setelah itu tuntutan warga yang sebelumnya diperhatikan dan ditindaklanjuti dengan kata-kata mengupayakan ternyata hanya pepesan kosong belaka.

Nurhayati, warga terdampak yang dinding pagar rumahnya mengalami kerusakan cukup parah terlihat geram dengan sikap Humas yang hanya dapat memberi angin segar dengan solusi yang ditawarkan tetapi tidak ada realisasinya.

“Itu sih sama aja pembodohan, berarti kalau memang tidak ada jawaban dari hasil kesepakatan yang ada sama aja kita di sini dianggap kecil oleh mereka, kita dibohongi,” ujarnya kepada awak media dengan senyum sinis.

Sementara itu Ketua Karang Taruna Kecamatan Tarumajaya, Syamsuri saat dikonfirmasi BEKASIPEDIA.com, menyayangkan sikap pihak PT Waskita yang diwakili Huda selaku Humas di seksi 3.

“Seharusnya sebagai Humas, Huda mampu berinteraksi langsung dengan warga dan bukan sebaliknya mengabaikan apa yang menjadi keluhan warga, saya memang kerap menerima beberapa keluhan warga terutama dampak bahaya lainnya yang mengancam keselamatan orang banyak karena di bawah jalan yang dilintasi itu tertanam pipa gas PGN bertekanan tinggi berbahaya,” jelasnya.

“Saya juga kemarin (Kamis (8/10/2020) sempat ikut menunggu di kantor desa untuk menyambut kedatangan pihak PGN yang informasinya diwakili oleh anak perusahanya PT. Pegasol, tapi anehnya mereka datang diam-diam menemui Waskita tanpa memberi informasi ke warga. Inikan aduan dari warga, Ini apa namanya? Mau kong-kalikong? Seharusnya pihak PEGASOL bersama warga mengecek kondisi jalan yang amblas,“ lanjut kata Syamsuri geram.

“Selanjutnya terkait rencana Warga Kampung Tikungan untuk melakukan aksi turun ke jalan. Dirinya memberi apresiasi karena itu adalah hak warga untuk menyampaikannya, terpenting Prokes Covid-19 dipatuhi,“ pungkasnya.

Diberitakan, sebelumnya bahwa Warga Kampung Tikungan Desa Segarajaya menuntut pihak Waskita untuk mengganti perbaikan keretakan rumah warga yang terjadi akibat dampak lintas armada atau alat berat bertonase besar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cibitung Cilincing.

Bahkan menurut warga, data dan sejumlah rumah yang mengalami keretakan sudah didokumentasikan oleh pihak Waskita sejak 1 tahun lalu, selanjutnya warga meminta bantuan ke Karang Taruna Kecamatan untuk turut serta membantu warga Kampung Tikungan dalam aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecawaan warga terhadap PT. Waskita selaku pelaksana pembangunan jalan Tol Cibitung Cilincing di seksi 3. (tahar)