11.983 Nakes Jadi Penerima Vaksin Tahap Awal di Kota Bekasi

oleh -121 views
Ilustrasi Vaksin Covid 19. (ist)

BEKASI SELATAN, BEKASIPEDIA.com – Tercatat sebanyak 11.983 tenaga kesehatan selama Januari hingga April 2021 akan menjadi penerima vaksin tahap pertama. Menyambut hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersiap untuk menjalankan proses vaksinasi dalam waktu dekat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezy Syukrawati menyampaikan, Pemkot Bekasi belum mengetahui secara pasti vaksin apa yang akan diberikan oleh pemerintah pusat. Namun, sejauh yang diketahui saat ini yang diujicoba adalah vaksin Sinovac.

“Kita belum tahu, apakah Sinovac atau yang lainnya. Kita tunggu hasilnya. Tapi yang diujicobakan memang Sinovac,” jelas Dezy.

“Tinggal nunggu saja sih sebenarnya, cuma ya masalahnya kita juga tergantung kebijakan pusat. Itu kan lisiensinya mereka baru selesai untuk menyatakan bahwa vaksinnya siap edar yah. Mereka kalau sudah siap kita tinggal beres,” katanya.

Dia menuturkan, sebelum vaksin resmi disuntikkan ke penerima, akan dilakukan simulasi terlebih dahulu di internal layanan kesehatan. “Simulasi, di seluruh puskesmas sudah meminta mereka melakukan secara internal yah. Nah ini kita lagi berkomunikasi dengan rumah sakit agar mereka juga siap. Dengan asosiasi rumah sakit lagi berkomunikasi,” terangnya.

Dezy menjelaskan, saat ini vaksin yang hendak didistribusikan ke seluruh Indonesia termasuk Kota Bekasi disimpan di Biofarma, Bandung, Jawa Barat. Pihak pemkot, tinggal menunggu aba-aba dari pemerintah terkait dengan legalitas dan juga perizinannya.

“Kalau sudah selesai, itu baru didistribusikan (ke Kota Bekasi),” ujarnya.

Hingga saat ini, jumlah tenaga kesehatan yang dijadwal menerima vaksin hingga April baru angka permulaan saja. Mengingat, jumlah layanan kesehatan di Kota Bekasi yang cukup banyak. “Tapi jatah awal, ini kita lagi mendata kembali, kan layanan di Kota Bekasi banyak,” sambungnya.

Dia menyebut, data tenaga kesehatan penerima vaksin ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SI-SDMK). “Nah itu semuanya Kemenkes bukan kita. Jadi nggak ada data satu pun yang kita usulkan, kecuali nanti kita dikasih data, kita kroscek, kalau ada yang salah kita menambahkan,” terangnya. (wik/ist)

“Nyok Bikin Iklan Advertorial Usaha/Produk Anda di JAKARTAPEDIA.id, Hanya Rp 150.000, Hubungi WA ke 0815-1086-8686”